Lomba yang digelar di ruang Bung Tomo Kantor Pemkab Jombang ini, dibuka Bupati Hj Mundjidah Wahab didampingi Sekdakab Agus Purnomo dan Kepala Dinas P dan K Senen.
’’Atas nama pribadi dan Pemkab Jombang, saya memberikan apresiasi positif atas prakarsa panitia dalam menyelenggarakan Pildacil Memaknai,’’ kata Bupati Mundjidah.
Dia menilai, lomba ini bermanfaat sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan peserta dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai agama Islam. ’’Saya mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini. Mengingat agama memang harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak kita,’’ terangnya. Syiar agama tak hanya khusus dilakukan oleh orang dewasa. ’’Anak-anak pun bisa menyampaikan dakwah tentang kisah-kisah teladan,’’ tambahnya.
Menurut Bupati Mundjidah, kegiatan Pildacil bisa dijadikan ajang mengembangkan keterampilan, kecakapan, dan rasa cinta seni islami. Sebagai wahana yang efektif dalam memberikan pemahaman dan penghayatan ajaran agama kepada generasi muda. ’’Kegiatan ini akan membuat anak-anak kita selalu rindu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Membuat mereka tumbuh menjadi anak yang saleh serta salehah,’’ tegasnya.
Bentuk Karakter Unggul dan Berakhlakul Karimah
LOMBA Pildacil Memaknai yang digelar Dinas P dan K Jombang merupakan wujud komitmen untuk membentuk karakter unggul dan berakhlakul karimah.
’’Ini salah satu upaya pemerintah daerah untuk membentuk karakter unggul, berkualitas, berintegritas dan berakhlakul karimah,’’ kata Kepala Dinas P dan K Jombang, Senen.
Pihaknya tak hanya mengajak para peserta untuk lomba berdakwah. Lebih dari itu, mereka diajak untuk memaknai setiap kata yang disampaikan dalam dakwah tersebut.
’’Kita juga berupaya menyelaraskan kurikulum merdeka, dimana pembelajarannya memperhatikan kearifan lokal. Apalagi masyarakat Jombang sebagai kota santri, sangat tepat kita adakan lomba Pildacil Memaknai,’’ paparnya.
Dalam rangkaian hari jadi ke-112, Dinas P dan K juga menggelar berbagai event. Diantaranya, tari remo boletan memecahkan rekor MURI sebanyak 41.112 penari yang digelar Selasa (11/10) pagi. Ada juga parade drumband TK. Diikuti TK-RA se Kabupaten Jombang yang digelar (29/10). Serta Jombang Culture Night Carnival rencana digelar 30 Oktober mendatang. (ang/jif/riz) Editor : Achmad RW