Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Masjid Al Karomah, Musala Kayu yang Kini Jadi Masjid Indah

Achmad RW • Jumat, 8 Juli 2022 | 15:29 WIB
Photo
Photo
JOMBANG – Masjid Al Karomah yang terletak di Dusun Nglundo, Desa Candumulyo, Kecamatan Jombang merupakan salah satu masjid tua yang ada di Jombang. Berdiri tahun 1931 masjid ini dulunya masih berupa bangunan musala panggung.

”Dulu masjid itu adalah musala. Musala berdiri tahun 1915, baru kemudian diresmikan menjadi masjid 1931,” ungkap Mas’ud, ketua takmir Masjid Al Karomah Candimulyo.

Sejak dulu nama musala juga Al Karomah, bedanya, bentuknya tak sebesar sekarang. Hanya 6 x 9 meter persegi. Terbuat dari papan kayu sederhana dan hanya dipakai untuk ibadah salat wajib masyarakat sekitar. ”Dulu masjid hanya ada di Kauman Utara sebelum masjid ini berdiri. Tiga tokoh yaitu Kiai Muhammad Dasuki, Kiai Kertojoyo dan Kiai Lin bersepakat untuk mengubah Musala Al Karomah menjadi Masjid Al Karomah tahun 1931,” sambungnya.

Masjid berdiri 1931 dengan bangunan yang sederhana. Ada tempat imam, dengan ubin dan menara tinggi yang digunakan untuk tempat mengumandangkan azan.

Baru pada 1984, renovasi besar-besaran masjid dimulai. Namun dua bagian inti tidak dihilangkan, yaitu tempat imam dan menara yang kini tepat berada di tengah majid. ”Sama sesepuh memang tidak boleh untuk bongkar,” jelasnya.

Hanya saja menara yang lama kini sudah tidak dipakai lagi. Tangga berada di dalam gudang penyimpanan barang. Menara itu merupakan tempat muazin mengumandangkan azan, ada jendela-jendela kecil yang mengelilingi menara, tujuannya, agar suara muazin bisa terdengar ke segala arah.

Namun, lama kelamaan, menara masjid tidak digunakan lagi. Toa masjid kini berada di menara besi yang baru dibangun agar lebih tinggi dan lebih luas jangkauan suaranya. Sementara itu, di dalam masjid, sisa bangunan lama dibatasi dengan dua tiang. ”Dulu ukuran musala yang lama sebesar tiang ini,” katanya.

Serambi masjid juga cukup luas. Untuk jamaah wanita ada di sisi utara. Pintu utama masjid hanya dibuka beberapa menit sebelum azan dikumandangkan. ”Kalau mau salat tetap bisa di masjid, tapi di serambi,” jelasnya.

Sedangkan lantai dua bangunan masjid baru dibangun 1987. ”Bersamaan dengan bangunan aula di selatan masjid untuk kegiatan keagamaan,” jelasnya.

Selanjutnya....

Ada TPQ Anak hingga Lansia

SEBAGAI masjid tertua di Candimulyo, Masjid Al Karomah menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat. Tahun 1970-an berdiri madrasah Nidhomiyah di masjid. Siswa belajar dengan menggunakan fasilitas seadanya.

”Jadi MI yang sekarang berdiri pas di depan gang masjid itu dulu merintisnya di Masjid Al Karomah,” kata Mas’ud.

Siswa belajar dengan menggunakan bangku kecil di serambi masjid. Siswa berasal dari masyarakat sekitar Desa Candimulyo. Namun lambat laun, kegiatan keagamaan semakin banyak, seperti TPQ, mulai TPQ anak hingga TPQ dewasa juga lansia. ”Yang belum fasih membaca Alquran bisa ikut TPQ dewasa dan lansia, kalau anak-anak ada sendiri,” jelasnya.

Kini juga berjalan koperasi syariah untuk membantu  masyarakat di sekitar masjid. Masyarakat bisa menabung dan meminjam tanpa bunga. ”Dulu awalnya hanya orang yang punya sedikit dana, lalu dipinjamkan, dan boleh menabung, tanpa bunga, tapi jika ada yang ingin sedekah kita masukkan ke kas masjid, tidak ke keuangan koperasi,” pungkasnya. (wen/naz/riz) Editor : Achmad RW
#rubrik masjid #masjid al karomah #nglundo #masjid