”Senang dan bangga karena lomba parikan sama seperti melestarikan dan mempertahankan budaya kita," kata Erma Rahmawati, Ketua KKM Madrasah Aliyah Negeri Jombang.
Erma mengaku bangga, karena masih ada yang berinisiatif membangkitkan dan melestarikan budaya yang sudah lama tidak terdengar. Ia rindu dengan dagelan seperti ludruk dan lain-lain. "Kita rindu kesenian tradisional, seperti ludruk, zamannya Cak Kartolo dan kawan-kawan, semoga dengan inisiatif ini akan muncul lagi budaya kita," harapnya.
Mengapresiasi, memberikan kritik, dan saran untuk polisi yang disampaikan dengan bentuk parikan memang sangat menarik, apalagi parikan sekarang sedang banyak digaungkan melalui lagu-lagu. ”Mudah-mudahan nanti kritiknya dapat dimengerti humornya juga dapat, di MAN 1 Jombang sudah kami sebarluaskan, mudah-mudahan banyak yang ikut," kata Erma.
Pemenang lomba bakal mendapatkan hadiah jutaan rupiah. Juara satu lomba puisi dan parikan masing-masing Rp 1 juta, juara dua Rp 750 ribu, dan juara tiga dan juara favorit Rp 500 ribu. Sementara juara harapan satu, dua, dan tiga masing-masing Rp 100 ribu. ”Juga ada piala, dan piagam bagi finalis,” jelas Rojiful Mamduh, ketua panitia lomba.
Peserta yang lolos lomba baca puisi maupun parikan akan masuk ke babak final yang akan dilaksanakan di Jawa Pos Radar Jombang, tanggal 28 Juli mulai pukul 09.00.
Parikan atau puisi yang dibacakan tidak harus karya sendiri, boleh karya orang lain. ”Karena yang dinilai nanti hanya bacanya, bukan dari karya siapanya,” katanya.
Peserta bisa mendaftar lebih awal ke kontak person yang ada di formulir setiap hari. Jika video sudah siap bisa sekaligus dikirimkan. ”Tapi kalau video belum siap bisa menyusul, dan perlu diingat, harus dengan formulir asli yang ada di koran Jawa Pos Radar Jombang, tayang setiap hari,” pungkasnya. (wen/naz/riz) Editor : Achmad RW