Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Masjid Jami Keramat Al Amien Desa Brodot, Dipercaya Ada sejak 1923

Achmad RW • Jumat, 10 Juni 2022 | 15:03 WIB
Photo
Photo
JOMBANG – Masjid Jami Keramat Al Amien di Dusun/Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo menjadi salah satu masjid tua di Kabupaten Jombang. Masjid ini dipercaya sudah ada sejak 1923.

Di lihat dari luar, tampak bangunan masjid berdiri megah dengan warna kecoklatan mendominasi. Salah satu ciri menonjol terlihat pada bangunan kubah masjid yang besar, identik dengan gaya masjid timur tengah dengan bagian ujung menara terdapat orname bulan bintang.

Selain itu, masjid Al Amien memiliki serambi masjid yang luas dan memanjang dengan pesangan kontruksi tiang-tiang kecil yang terpasang mengitari serambi masjid. Sehingga kesan bangunan kokoh dan megah semakin terlihat. Bagian lantai dan dindingnya sebagian besar sudah dikeramik warna kecokelatan.

Masuk ke ruang utama masjid, kesan megah lagi-lagi sangat kuat. Terlihat empat tiang penyangga terpasang di empat penjuru arah yang menyangga bagian atap tertinggi atau kubah.

Selain itu, jam lemari yang mewah, juga mimbar masjid dari kayu kesemuanya memiliki kesamaan warnanya yang kecoklatan. Juga bagian dinding serta pasangan keramik keseluruhan dominan warna kecoklatan.

Kontruksi bangunan mihrab masjid juga terlihat indah. Bagian samping atau kanan dan kiri tempat imam terdapat dua jendela. Lampu gantung yang terpasang di bawah kubah makin menambah keindahan masjid itu.

M Luqman Al Fatawi salah satu pengurus Masjid Jami Keramat Al Amien menuturkan, masjid itu sudah ada sejak lama. Tepatnya sebelum kemerdekaan. ”Sudah ada sejak 1923. Yang membangun pertama kali orang dari Jawa Tengah,” kata Luqman.

Dikatakan, berdasarkan cerita dari mbah buyutnya, kondisi masjid Masjid Al Amien sebelum semegah sekarang ini memiliki model gaya bangunan menyerupai Masjid Agung Demak. ”Jadi dulu itu tinggi dan bagus, panjangnya hampir sama dengan sekarang. Cuma panjangnya ditambahi sama bapak saya (KH Makin Harun, Red),” imbuh dia.

Diakui, masjid itu lokasinya tak jauh dari lokasi Masjid Tiban yang diyakini peninggalan Ki Ageng Corekan atau Ki Ageng Qore’. ”Memang dulu akhirnya bikin masjid (Al Amien, Red) di sini karena belum punya masjid. Sementara masjid tiban itu dulu dikeramatkan, banyak orang yang takut,” terang Luqman.

Kubah masjid, lanjut dia, semula juga tak sebesar seperti sekarang ini. Kubahnya seperti sarang tawon. ”Desainnya ya masjid Jawa,” tutur Luqman.

Perjalananya, masjid itu mengalami beberapa kali renovasi. Paling dia ingat, yakni pada 1986 sudah mulai dilakukan renovasi. ”Kemudian rehab total atau dibongkar semua itu 1996,” lanjut lelaki yang akrab disapa Gus Luk ini.

Photo
Photo
Bagian mihrab masjid setelah renovasi

Hingga saat ini, lanjut dia, tak ada bangunan lama yang tersisa. Bangunan saat ini merupakan bangunan baru hasil renovasi pada 1995-1996 lalu. ”Sudah tidak ada sama sekali, kubah yang mirip sarang tawon juga nggak ada. Nggak ada yang tersimpan,” tutur dia.

Selanjutnya........................

Diresmikan Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar

Photo
Photo
Nama Agum Gumelar tertulis bersama tandatangannya pada prasasti besar di depan masjid

SETELAH pekerjaan rehab total masjid selesai, Masjid Jami Keramat Al Amien di Dusun/Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo diresmikan langsung oleh Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar. Prasastinya sampai saat ini terpasang di halaman masjid.

Salah satu pengurus Masjid Jami Keramat Al Amien M Luqman Al Fatawi menuturkan, karena almarhum ayahnya, yakni KH Makin Harun merupakan salah satu tokoh di Jombang, tak jarang beberapa pejabat pusat saat itu sering mendatangi kediamannya. ”Seperti Pak Hamzah Haz, Suryadharma Ali sampai Bachtiar Chamsyah pernah ke sini,” kata Luqman.

Maklum, saat itu ayahnya juga merupakan tokoh salah satu partai. Sehingga dikenal banyak kalangan. Paling diingat, yakni setelah masjid direhab total, peresmian dilakukan Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar. ”Jadi yang meresmikan waktu itu Pak Agum Gumelar, saya masih ingat pokoknya setelah 1996 dibongkar total dan bangunannya selesai,” imbuh dia.

Sayangnya, Luqman tak sebegitu hafal tahun berapa peresmian itu. Prasasti peresmian dipajang di halaman pelakat masjid. ”Kalau tidak salah waktu itu Pak Agum mau nyapres, 2004,” ujar lelaki yang akrab dipanggil Gus Luk ini. (fid/naz/riz) Editor : Achmad RW
#bandarkedungmulyo #brodot #Jombang #masjid keramat #masjid