Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Masjid Al Karim, Masjid Berarsitektur Perpaduan Jawa Timur dan Jawa Tengah

Achmad RW • Jumat, 3 Juni 2022 | 15:03 WIB
Photo
Photo
JOMBANG - Masjid Al Karim terletak di Dusun/Desa Tinggar, Kecamatan Bandarkedungmulyo. Masjid berdiri sekitar 1960 dan sudah mengalami beberapa kali renovasi.

”Masjid ini sudah sering direnovasi. Renovasi besar-besaran pada 1996, waktu itu bongkar total,” ungkap Muhammad Ridwan, ketua takmir Masjid Al Karim.

Pembangunan Masjid  Al Karim bermula dari keinginan warga Dusun Tinggar ingin memiliki masjid sendiri. Sebelum Masjid Al Karim berdiri, warga harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk sampai ke Masjid Darussalam, atau masjid besar Desa tinggar. ”Karena kejauhan, ada tanah wakaf dari Mbah Mursyidin, kemudian kami bangun masjid agar masyarakat Tinggar bisa salat Jumat tidak jauh-jauh,” jelasnya.

Sebelum dilakukan renovasi 1996, bangunan masjid tidak sebesar sekarang. Ukurannya lebih kecil, sehingga tak bisa menampung jamaah dalam jumlah besar. ”Tahun 1996, ada penambahan tanah wakaf dari Kiai Abdul Karim, sehingga masjid diperlebar. Desain masjid dibuat arsitek profesional. Yang kemudian setelah gambar jadi dan konsep matang disetujui masyarakat dusun,” terangnya.

Bangunan Masjid Al Karim cukup besar. Luasnya kurang lebih 9x12 meter. Seperti kebanyakan bangunan masjid di Jawa Timur, konsep atap masjid berbentuk tumpang tiga. Namun ada penambahan pada bagian ujung tumpang dipasang kubah yang identik dengan konsep atap masjid timur tengah.

Selain itu, di sisi kanan dan kiri, terdapat dua bangunan menara kembar mengapit kubah utama. selain itu, ada tambahan serambi masjid yang mengelilingi bangunan utama. Dari luar tampak seperti dua lantai, karena ada balkon sebelum atap utama.

Ruang utama Masjid Al Karim cukup luas dan nyaman. Garis-garis warna emas pada atapnya juga warna biru pada cekungan kubah membuat bangunan tampak tinggi. Juga ada jendela hias permanen di bagian atas untuk menambah pencahayaan.

Pintu dan jendela masjid tampak besar dan kokoh. Satir pembatas jamaah pria dan wanita terbuat dari kayu jati.

Seiring jumlah jamaah terus bertambah, pada 2012 ada penambahan serambi depan termasuk lantainya juga dipasang keramik untuk area salat. ”Kalau momen tertentu seperti salat Id atau jumatan penuh semua sampai ke jalan,” jelas Ridwan.

Selanjutnya....... 

Selalu Ramai dengan Kegiatan Keagamaan

BERDIRINYA Masjid Al Karim disambut masyarakat Dusun Tinggar dengan suka cita. Selain rutin untuk kegiatan salat jamaah lima waktu, Masjid Al Karim juga ramai dengan kegiatan sosial keagamaan lainnya.

”Ya seperti TPQ begitu di sini setiap hari ramai," ungkap Ridwan. Di serambi Masjid Al Karim banyak tumpukan bangku untuk mengaji anak-anak.

Tepat di sisi tumpukan bangku ada bedug yang dikelilingi pagar kayu. Tujuannya agar tak dipakai mainan anak-anak saat mengaji. ”Bedug itu masih dipakai sampai sekarang, tapi setelah dipakai ditutup lagi pintunya agar tidak dijadikan mainan sama anak-anak saat ngaji,” jelasnya.

Setiap Jumat, masjid juga diramaikan dengan kegiatan ibu-ibu. ”Selain hari-hari itu juga sering ada kegiatan saat PHBI atau saat Ramadan juga ramai kegiatan,” pungkasnya.(wen/naz/riz) Editor : Achmad RW
#bandarkedungmulyo #Jombang #Rumah Ibadah #masjid