Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Masjid Hidayatul Mubtain yang Tampil Klasik Bernuansa Jawa

Achmad RW • Jumat, 29 April 2022 | 15:03 WIB
Photo
Photo
MASJID Hidayatul Mubtain yang terletak di Dusun Kwaringansantren, Desa Gajah, Kecamatan Ngoro ini merupakan salah satu masjid tertua di Kecamatan Ngoro. Masjid diperkirakan berdiri pada 1930-1940. Hingga kini masjid tetap mempertahankan keaslian bangunan masjid terdahulu.

Abdul Rohim warga sekitar mengatakan, masjid Hidayatul ini sudah beberapa kali dipugar. Hanya saja, untuk struktur bangunan utama masjid tetap dipertahankan. ”Pemugaran pada tahun 1980-an. Tapi tidak sekaligus bertahap bangunnya. Kebetulan saya juga menjadi pekerjaanya,” katanya.

Meski sudah mengalami banyak perubahan mulai dari atap hingga serambi masjid, untuk struktur bangunan utama yang seluas 6 meter x 10 meter masih dipertahankan sampai sekarang. ”Semuanya berubah ya tinggal bangunan tengahnya itu dipertahankan. Serambi masjid juga agak berantakan,” bebernya.

Dikatakannya, saat itu atap masjid hanya berupa atap biasa seperti rumah pada umumnya. Hanya saja, sekarang sudah berubah atap saf dua di atasnya diberi kubah berwarna krom. Meski sudah mengalami perombakan, nuansa masjid lama masih sangat kental.

Tidak hanya itu, serambi masjid dengan banyak tiang penyangga seperti masjid jawa pada umumnya. ”Serambi juga diperluas, karena jamaah semakin banyak sekarang apalagi saat Lebaran,” pungkasnya.

Menara Ikonik........

Menara Ikonik yang Dulunya Tempat Azan

SEMENTARA itu, selain bangunan utama yang dipertahankan, salah satu bangunan lawas yang masih dipertahankan masjid, yakni bangunan menara. Bangunan dengan ketiggian mencapai sekitar 10 meter dulunya digunakan untuk tempat azan. ”Menara itu juga bangunan lama,” kata Abdul Rohim.

Pada umumnya, menara masjid itu tinggi-tinggi. Akan tetapi menara masjid Hidayatul Mubtadin hanya memiliki ketinggian sekitar 10 meter dengan diameter kurang lebih 5 meter persegi.

Photo
Photo


Menara masjid yang dulunya jadi tempat adzan

 

Bentuk menara juga cukup unik, pasalnya menara tersebut memiliki atap dua saf juga seperti bentuk bangunan masjid. ”Menara itu dulunya digunakan untuk tempat azan. Karena sebelumnya tidak menggunakan toa atau speaker. Dulu itu pakai kayak kayu corong itu untuk azan. Berdiri di dalam menara agar suara adzan terdengar,” bebernya.

Hanya saja, saat ini sudah menggunakan speaker. Sehingga menara dimodikasi untuk tempat wudhu. ”Jadi sekarang digunakan untuk tempat wudhu. Menara ditambahi pagar tembok samping itu,” pungkasnya. Editor : Achmad RW
#masjid tua jombang #masjid tua bersejarah