Abdul Rohim warga sekitar mengatakan, masjid Hidayatul ini sudah beberapa kali dipugar. Hanya saja, untuk struktur bangunan utama masjid tetap dipertahankan. ”Pemugaran pada tahun 1980-an. Tapi tidak sekaligus bertahap bangunnya. Kebetulan saya juga menjadi pekerjaanya,” katanya.
Meski sudah mengalami banyak perubahan mulai dari atap hingga serambi masjid, untuk struktur bangunan utama yang seluas 6 meter x 10 meter masih dipertahankan sampai sekarang. ”Semuanya berubah ya tinggal bangunan tengahnya itu dipertahankan. Serambi masjid juga agak berantakan,” bebernya.
Dikatakannya, saat itu atap masjid hanya berupa atap biasa seperti rumah pada umumnya. Hanya saja, sekarang sudah berubah atap saf dua di atasnya diberi kubah berwarna krom. Meski sudah mengalami perombakan, nuansa masjid lama masih sangat kental.
Tidak hanya itu, serambi masjid dengan banyak tiang penyangga seperti masjid jawa pada umumnya. ”Serambi juga diperluas, karena jamaah semakin banyak sekarang apalagi saat Lebaran,” pungkasnya.
Menara Ikonik........
Menara Ikonik yang Dulunya Tempat Azan
SEMENTARA itu, selain bangunan utama yang dipertahankan, salah satu bangunan lawas yang masih dipertahankan masjid, yakni bangunan menara. Bangunan dengan ketiggian mencapai sekitar 10 meter dulunya digunakan untuk tempat azan. ”Menara itu juga bangunan lama,” kata Abdul Rohim.
Pada umumnya, menara masjid itu tinggi-tinggi. Akan tetapi menara masjid Hidayatul Mubtadin hanya memiliki ketinggian sekitar 10 meter dengan diameter kurang lebih 5 meter persegi.
Menara masjid yang dulunya jadi tempat adzan
Bentuk menara juga cukup unik, pasalnya menara tersebut memiliki atap dua saf juga seperti bentuk bangunan masjid. ”Menara itu dulunya digunakan untuk tempat azan. Karena sebelumnya tidak menggunakan toa atau speaker. Dulu itu pakai kayak kayu corong itu untuk azan. Berdiri di dalam menara agar suara adzan terdengar,” bebernya.
Hanya saja, saat ini sudah menggunakan speaker. Sehingga menara dimodikasi untuk tempat wudhu. ”Jadi sekarang digunakan untuk tempat wudhu. Menara ditambahi pagar tembok samping itu,” pungkasnya. Editor : Achmad RW