Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Saatnya Jemput Pahala

M Nasikhuddin • Senin, 25 April 2022 | 15:15 WIB
Masud Zuremi, Ketua DPRD Jombang
Masud Zuremi, Ketua DPRD Jombang
TIDAK terasa bulan suci Ramadan telah berjalan hampir tiga minggu. Dengan kata lain, saat ini semua umat Islam yang menjalankan ibadah puasa, waktunya tinggal sepertiga akhir Ramadan. Detik-detik waktu pamungkas ini harus menjadi tonggak penyemangat untuk bersemangat menjemput pahala.

Langkah menjemput pahala ini bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Disamping puasa yang dilakukan secara menyeluruh, baik puasa dari makan dan minum. Namun lebih dari itu, puasa juga dalam perbuatan yang berakibat dosa, seperti ghibah, mengumpat, berbohong, termasuk meninggalkan kewajiban solat lima waktu.

Sepertiga terakhir bulan Ramadan adalah saat-saat yang penuh kebaikan dan keutamaan. Termasuk pahala yang melimpah. Di dalamnya, terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu Rasulullah sangat bersungguh-sungguh untuk menghidukan sepuluh hari terakhir dengan berbagai amalan melebihi waktu-waktu lainnya.

Allah SWT juga menggambarkan kemuliaan dan keberkahan di sepertiga akhir bulan Ramadan, dalam Al Qur'an Al Qadar ayat 3-5. "Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikan Jibril dengan ijin Tuhannya, untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."

Sederhananya, dalam konteks ibadah ini, kita harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk meningkat ibadah. Memohon ampunan dan keberkahan hidup dari Sang Pemberi Hidup Allah SWT. Pada siang hari digunakan untuk memperbanyak amalan, bersedekah, menyantuni anak yatim, serta Tadarus Alquran.

Pada malam harinya, setelah salat tarawih, langkah menjemput pahala kembali dilakukan dengan melaksanakan salat sunnah. Mulai salat taubat, salat tasbih, salat tahajud sampai dengan salat hajat dan diakhiri dengan sujud syukur. Di saat tengah malam yang sunyi sepi, di saat orang-orang nyenyak tidur, pada sepertiga malam terakhir bisa buat tahannus, meditasi menyendiri. Bermunajat berserah diri kepada Allah untuk memohon ampunan-Nya.

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi ampun, Maha memaafkan atas segala salah dan dosa hamba. Serta sangat menyintai hamba-hamba Mu yang memohon ampunan. Maka ampunilah segala dosa-dosa hamba. Dan hamba akan menjadi orang-orang yang merugi manakala tiada ampunan dari Engkau Ya Allah.

Sehingga akan sadar bahwa setiap desahan nafas yang keluar dari rongga kerongkongan kita adalah mengurangi usia umur kita. Semoga hidayah iman dan Islam akan selalu menyertai hidup kita menuju rida Sang Penguasa Allah Azza Wajalla. Tunggu apalagi untuk bisa menambah pahala di Bulan yang penuh berkah ini.

Jemput pahala terbaik dengan beribadah dan cara terbaik di mata ALlah SWT. Semoga langkah menjemput pahala ini bisa kita lakukan di bulan Ramadan yang akan datang. Amin. Terlebih Ramadan ini pada sepuluh hari terakhir, utamanya di malam malam ganjil kita menggapai malam seribu bulan Lailatul Qadar. Subhanallah.

Oleh: H Mas'ud Zuremi

(Ketua DPRD Jombang) Editor : M Nasikhuddin
#kajian Ramadan