Melaksanakan puasa Ramadan adalah sebagai wujud syukur manusia kepada Allah SWT, atas berbagai limpahan nikmat atau anugerah yang telah diberikan Allah kepada manusia. Yang pelaksanaannnya dengan menahan diri dari makan, minum, dan jimak,mulai terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari dengan disertai niat.
Ramadan menjadi peluang besar bagi hamba Allah yang beriman, untuk memperbaiki diri dengan mengerjakan perbuatan yang baik sebanyak-banyaknya. Peluang untuk memperoleh ampunan dan kasih sayang Allah di bulan Ramadan sangat besar dikarenakan Ramadan detik, menit, hari dan bulannya adalah sangat istimewa, sebagaimana khutbah rasulullah SAW. Di akhir bulan Syakban; Bahwa Ramadan adalah bulan yang agung dan bulan penuh dengan berkah.
Santri sebagaimana ditempa dalam lingkungan pesantren ditanamkan untuk membiasakan diri mencari yang baik, melakukan perbuatan yang baik untuk memperoleh amalan yang terbaik, pembiasaan salat berjama’ah, membaca Alquran, belajar mendalami ilmu serta mengamalkannya, melaksanakan ibadah di tengah malam, beradab atau beretika kesopanan kepada siapa pun.
Hal baik yang dibiasakan santri dalam pesantren, tampak mewarnai di kehidupan masyarakat di bulan Ramadan. Syiar Ramadan begitu terlihat di masyarakat, dengan berpuasa di siang hari. Dengan berpuasa bisa menghapus dosa yang telah lalu, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: ”Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharap perhitungan (pahala) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (Muttafaq ‘Alaih).
Suara bacaan Alquran terdengar di lingkungan masyarakat, masjid, musala dan majelis taklim di pagi, siang, sore dan malam hari. Sehingga suasana terasa sejuk, teduh dan nyaman. Sebab dengan lantunan suara bacaan Alquran itu, Allah akan menurunkan ketenangan. Serta semangat untuk membaca Alquran adalah ibadah yang berpahala dan penuh dengan karomah (kemulyaan).
Menjelang buka puasa di masjid dan musala, bahkan di kantor-kantor dilaksanakan pengajian-pengajian untuk semangat tafaqquh fiddin (memperdalam ilmu Agama) yang berkenaan dengan ibadah yang langsung berhubungan dengan Allah dan sosial yang berkaitan dengan kemasyarakatan untuk di laksanakan dalam kehidupan, sehingga suasana kehidupan terwujud rahmatan lil alamin.
Suasana jamaah salat fardlu maupun sunah (salat Tarawih) di masjid dan musala terlihat mengharukan, qiyamul lail (salat di tengah malam) lebih-lebih di bulan Ramadan dianugerahi sebuah malam spesial bernama Lailatul Qadar yang setara dengan seribu bulan. Artinya melakukan satu amal kebaikan pada malam itu setara dengan seribu amal kebaikan pada malam-malam di luarnya.
Perilaku yang baik di bulan Ramadan menjadi hal yang mulya untuk di istiqamahkan di luar bulan Ramadan, sehingga dalam hidup dan kehidupan tercermin suasana yang nyaman, tenang dan penuh kedamaian.Semoga selalu dalam lindungan kasih sayang Allah.
Oleh: Ilham Rohim, Kasi Pendidikan Diniyah dan Ponpes Kemenag Jombang Editor : M Nasikhuddin