Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Puasa Ibadah Humanis

Rojiful Mamduh • Minggu, 17 April 2022 | 03:06 WIB
Photo
Photo
JOMBANG –  Syariat puasa Ramadan bagi umat Islam sangat manusiawi. Intelektual barat bahkan menilai, puasa ibadah yang humanis. ’’Puasa umat Islam dinilai humanis karena ada makan sahur,’’ kata Dr Amrullah LC saat menyampaikan materi pada kajian Ramadan yang digelar Pusat Studi Alquran (PSQ) Unipdu di  di Islamic Center Unipdu, Kamis (14/4).

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Sesungguhnya ada keberkahan pada makan sahur. Dan kita dianjurkan mengakhirkan sahur.

Amrullah menjelaskan, Yahudi juga punya ajaran puasa. ’’Namun tidak ada anjuran makan sahur,’’ terangnya.

Puasa sangat humanis karena ada buka. Bahkan kita dianjurkan cepat-cepat berbuka. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam juga melarang puasa wisol. Alias puasa tanpa buka dan sahur.

’’Puasa juga termasuk ibadah yang istimewa,’’ tegasnya. Puasa memiliki banyak manfaat. Diantaranya, mencegah zina. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam menyarankan pemuda yang belum mampu menikah agar berpuasa.

Puasa juga menjadi kafarat sejumlah pelanggaran. Diantaranya, melanggar sumpah harus puasa tiga hari. Zihar menyamakan istri dengan ibu harus puasa dua bulan berturut-turut. Ini menunjukkan, ada efek terapi agar hidup kita menjadi lebih baik dengan puasa.

Rasulullah Muhammad salallahu alaihi wa sallam bersabda, berpuasalah niscaya kamu akan sehat. Ini memperkuat QS Albaqarah 184.  Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Editor : Rojiful Mamduh
#kajian Ramadan #Pusat Studi Alquran (PSQ) Unipdu