Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 1.385: Malam Super Istimewa

Rojiful Mamduh • Selasa, 15 Maret 2022 | 15:15 WIB
KH Moh Khairil Anam Denanyar
KH Moh Khairil Anam Denanyar
Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (14/3), KH Khairil Anam Denanyar menjelaskan keutamaan malam nisfu Syakban. Yakni malam pertengahan Syakban yang tahun ini jatuh Kamis (17/3). ’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Ada lima malam yang apabila berdoa pada malam itu tidak akan ditolak,’’ tuturnya.

Pertama malam satu Rajab. Kedua malam nisfu Syakban. Ketiga malam Jumat. Keempat malam Idul Fitri. Kelima malam Idul Adha.

’’Tahun ini ada malam yang super istimewa,’’ ujar Gus Anam. Dua malam istimewa bertemu menjadi satu. Yaitu malam nisfu Syakban yang jatuh pada malam Jumat yang akan datang.

’’Ini sungguh sangat luar biasa dan kesempatan langka,’’ tegasnya. Oleh karena itu jangan disia-siakan. ’’Harus digunakan sebaiknya-baiknya untuk memohon dan berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Banyak amal ibadah yang sudah dibiasakan oleh para ulama untuk mengisi malam nisfu Syakban. Diantaranya dengan membaca surat Yasin tiga kali setelah salat Magrib.

Usai baca Yasin yang pertama, berdoa memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar diberikan umur yang panjang dan barokah untuk ibadah.

Usai baca Yasin yang kedua berdoa agar dijauhkan dari balak, musibah dan malapetaka. Usai baca Yasin ketiga berdoa agar diberi rezeki yang melimpah dan barokah sehingga tidak selalu bergantung pada manusia.

Alkisah,  Nabi Isa alaihissalam berjalan ke suatu gunung. Lalu melihat sebuah batu yang sangat tinggi dan berukuran besar. Warnanya putih melebihi susu.

Allah SWT lalu menurunkan wahyu kepadanya; Wahai Isa, apakah engkau ingin tahu sesuatu yang lebih mengagumkan dari ini? ’’Tentu saja, Ya Rabb,’’ jawab Nabi Isa.

Lalu, puncak batu itu terbelah menjadi dua. Di dalamnya terdapat orang yang sudah tua memakai baju berbahan bulu dan berwarna putih. Di tangannya terdapat sebuah tongkat hijau. Di depannya terdapat banyak makanan dan buah-buahan. Nabi Isa yang keheranan lantas bertanya; Wahai orang tua, apa yang sedang aku lihat ini?

’’Ini rezeki bagiku setiap hari,” jawab orang tua itu.

Nabi Isa bertanya kembali; Sudah berapa lama engkau beribadah kepada Allah SWT dalam batu ini? ’’Aku telah beribadah kepada Allah SWT selama 400 tahun,’’ jawabnya.

Selama di dalam batu, jika dia lapar dan ingin makan ini itu, maka makanan yang diinginkan langsung muncul. Di lihat dari luar, batu itu kecil. Tapi di dalamnya sangat luas, bahkan melebihi bumi. Itu nikmat yang luar biasa dari Allah kepada hamba-Nya.

Nabi Isa kemudian bertanya kepada Allah SWT; Wahai Tuhanku, apakah ada makhluk yang lebih mulia dari orang ini? Allah SWT kemudian berfirman; Umat Muhammad sallallahu alaihi wa sallam yang bertemu dengan bulan Syakban, kemudian ia melakukan salat di malam nisfu Syakban, beribadah kepada-Ku dan baca amalan nisfu Syakban, maka pahalanya lebih besar dari ibadah hamba-Ku ini selama 400 tahun.

Nabi Isa akhirnya berdoa; Mudah-mudahan aku termasuk golongan umat Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Editor : Rojiful Mamduh
#masjid polres jombang #Binrohtal