Gus Hafid lalu cerita, suatu ketika Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam naik mimbar dan mengucapkan; Amin, amin, amin. Para sahabat bertanya, kenapa engkau berkata demikian?
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam lalu bersabda; Malaikat menghampiriku dan berkata: Allah melaknat seorang hamba yang diberi umur panjang bertemu dengan bulan suci Ramadan tetapi dosa-dosanya belum terampuni. Maka nabi bilang amin.
Terus malaikat berkata lagi: Allah melaknat seorang hamba yang diberi kesempatan hidup bersama kedua orang tuanya atau salah satunya, akan tetapi tidak membuatnya masuk surga. Maka nabi mengucapkan amin.
Malaikat berkata lagi: Allah melaknat seorang hamba ketika mendengar namamu Muhammad disebut akan tetapi tidak mengucap salawat atas mu. Maka nabi mengatakan amin.
Yang berdoa malaikat, yang mengamini Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Maka sudah pasti tiga hal diatas dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
Makanya sejak sekarang, kita harus bersiap menghadapi Ramadan. Agar selama bulan Ramadan bisa memperbanyak amal saleh dan amal ibadah, sehingga semua dosa kita diampuni Allah subhanahu wa ta’ala.
Diantara cara mempersiapkan diri menghadapi Ramadan yakni dengan menghidupkan malam nisfu Syakban yang tahun ini jatuh Kamis (17/3).
Dalam Kitab Kanzun Najah Wassurur disebutkan; Pada malam nisfu Syakban, Allah menurunkan catatan orang yang akan mati dalam satu tahun dari langit ketujuh ke langit dunia.
Allah maha kuasa meminta malaikat maut untuk memasukkan atau menghapus nama seseorang dari daftar catatan kematian. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Ar-Ra’d ayat 39. Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab atau Lauh mahfuzh.
Makanya pada malam nisfu Syakban, kita dianjurkan salat dan membaca Yasin tiga kali. Usai Yasin pertama berdoa minta panjang umur untuk ibadah. Usai Yasin kedua berdoa minta dihindarkan dari balak dan musibah. Usai Yasin ketiga berdoa minta dikabulkan hajatnya.
Kita juga dianjurkan banyak sedekah dan puasa pada siang hari nisfu Syakban. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya, kenapa memperbanyak puasa di bulan Syakban? Nabi menjawab, pada bulan Syakban catatan amal setahun dinaikkan. Nabi senang ketika amalnya dinaikkan dalam kondisi berpuasa.
Kita juga dianjurkan memperbanyak doa. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Hanya doa yang bisa mengubah takdir Allah subhanahu wa ta’ala. Editor : Rojiful Mamduh