Mbah Bolong menjelaskan, suatu hari malaikat saling berbicara. Mereka membicarakan orang yang salatnya beruntung. ’’Orang yang salatnya beruntung yakni mau berdoa usai salat,’’ jelasnya. Sedangkan orang yang tidak beruntung, usai salat langsung pergi. ’’Bahasa Jawanya lamcing, usai salam langsung plencing,’’ bebernya.
Mbah Bolong lalu mengutip QS Al Insyirah 7. Maka apabila kamu telah selesai dari sesuatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain. ’’Usai salat, langsung wiridan dan berdoa,’’ sarannya.
Setelah itu salat sunah bakdiyah. ’’Usahakan pindah tempat, jangan sampai tempat salat fardu dan salat sunah sama,’’ urainya.
Mbah Bolong cerita, suatu hari ada orang usai salat Jumat, langsung berdiri salat sunah. Muawiyah bin Abu Sufyan lalu mengingatkan; Jangan seperti itu. Karena Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam mengingatkan agar kita pindah tempat. Agar tempat salat fardu dan salat sunah tidak sama.
Mbah Bolong lalu mengutip QS Addukhan 29. Langit dan bumi tak menangisi orang tidak beriman yang mati. Berbeda dengan orang-orang yang beriman, jika mereka mati, tanah tempat salat mereka menangisinya dan langit tempat naiknya amal mereka menangisinya pula.
’’Ibnu Abbas menyatakan, langit dan bumi akan menangisi kepergian seseorang. Karena tidak ada satu pun makhluk Allah kecuali mempunyai satu pintu di langit,’’ jelasnya. Dari pintu itu tempat turun rezekinya dan tempat naik amal kebaikannya.
Makanya, semakin banyak tempat yang kita pakai salat akan semakin baik. Karena mereka akan bersaksi untuk kebaikan kita. ’’Semakin banyak tanah yang bersaksi pernah kita pakai salat, maka posisi kita akan semakin baik dihadapan Allah subhanahu wa ta’ala,’’ paparnya. Editor : Rojiful Mamduh