Pertama yakni menyadari bahwa kita tak bisa ibadah kecuali karena pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala. ’’Makanya Habib Abdullah Alhaddad mengajari doa; Allahumma waffiqna litoatika, ya Allah berilah aku pertolongan agar bisa taat ibadah,’’ jelasnya.
Tanpa pertolongan Allah, kita tak mungkin bisa ibadah. Dalam QS Albaqarajh 261 ditegaskan, orang sedekah akan dibalas Allah subhanahu wa ta’ala 700 kali lipat. Meski tahu seperti ini, belum tentu seseorang mau sedekah. Ini karena yang menggerakkan kita mau sedekah atau tidak adalah Allah SWT.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang salat berjamaah diberi lima hal. Bebas dari kesempitan masalah rezeki. Bebas siksa kubur. Menerima catatan amal tangan kanan. Melewati sirot secepat kilat. Serta masuk surga tanpa hisab. Walaupun tahu seperti ini, belum tentu seseorang mau salat jamaah. Ini karena yang menggerakkan kita mau salat atau tidak adalah Allah SWT.
Kedua, menyadari ibadah kita hanya bisa sempurna karena disempurnakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. ’’Kalau dicari kekurangannya, kita semua pasti punya kekurangan,’’ tegas Mbah Bolong. Orang menghormati kita karena kekurangan kita ditutupi oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Inilah sebabnya, Habib Abdullah Alhaddad mengajari doa; Allahumma atmim taqsirona. Ya Allah sempurnakanlah kekuranganku.
Mbah Bolong cerita, di bulan Rajab, Abu Bakar pernah salat malam sambil menangis. Abu Bakar membaca QS Attaubah 111. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam lalu tanya; Kenapa menangis membaca ayat itu? Abu Bakar menjawab, ibadah kita dibeli Allah dengan surga. Abu Bakar takut jika ibadahnya ada kekurangan sehingga tak pantas dibeli dengan surga.
Nabi lantas menyarankan agar kita beramal dengan istiqamah dan ikhlas. Selama kita istiqamah dan ikhlas, maka Allah sendiri yang akan menyempurnakan kekurangan amal kita.
Ketiga, selalu memohon agar amal kita diterima. Habib Abdullah Alhaddad mengajari doa; Allahumma taqabbal minna. Ya Allah terimalah amal kami. Amal baik akan naik menyerupai cahaya sehingga diterima Allah subhanahu wa ta’ala. ’’Amal jelek akan naik dalam bentuk yang buruk sehingga dipukulkan lagi kepada kita,’’ tegas Mbah Bolong.
Kita mohon Allah menerima amal kita agar atas semua kekurangan amal kita Allah mau memaafkan dan tetap menerimanya. Editor : Rojiful Mamduh