MASJID Al Manan merupakan salah satu masjid tertua di Kecamatan Diwek. Masjid yang terletak di tengah-tengah permukiman warga di Dusun Sugihwaras, Desa Bandung, Kecamatan Diwek ini sudah berdiri sejak 1950-an.
Bangunan masjid mengusung konsep jawa kuno. Konsep bangunan masjid benuansa jawa terlihat dari bangunan atap masjid yang berbentuk tumpang tiga. Semakin ke atas semakin mengerucut.
Bangunan masjid Al Mannan cukup luas. Dari luar terlihat serambi masjid mengelilingi bangunan utama. ”Memang dari awal pembangunan masjid ini bernuansa jawa,” ujar Mohamad Syfa pengurus Masjid Al Mannan.
Saat memasuki ke dalam masjid, terlihat lukisan gambar langit pada bagian dalam kubah. Tidak hanya itu, mimbar masjid juga dari bahan kayu jati semakin memperkuat nuansa jawa kuno. ”Kalau masjid ini baru mengalami dua kali renovasi, yang terakhir kalau tidak salah tahun 2000-an,” katanya.
Diceritakannya, dulu awal masjid ini sempat berpindah. Dikarenakan, yang membangun dulu pindah rumah. ”Dulu ini yang membangun mbah Abdul Mannan dari Kudus. Dulu masjidnya berada di sebelah barat, tapi sekarang sudah menjadi musala,” ceritanya.
Dikarenakan, pendiri masjid ini berasal dari Kudus, sehingga, desain bangunan menyerupai masjid-masjid yang ada di Kudus. ”Jadi dari dulu modelnya seperti ini tidak berubah. Tapi hanya lebih lebar,” ungkapnya.
Bagi sebagian orang, masih banyak yang menyebut Dusun Sugihwaras dengan Dusun Bandung Kencur. ”Terkenalnya Masjid Bandung Kencur,” bebernya.
Hanya saja memang, sisa-sisa peninggalan bangunan dulu sudah tidak ada lagi dalam bangunan masjid sekarang. ”Sudah tidak ada sisa-sisa lagi. Ini sudah bangunan baru,” pungkas Syfa.
Editor : Rojiful Mamduh