Menurut Ratna Yulia juru kunci, makam tersebut adalah makam Mbah Hadi Kusmo atau Syekh Temanggung yang notabene salah satu pengawal dari Raden Patah. "Ceritanya dulu ada perang di Kerajaan Majapahit, beliau kemudian tumbang di Desa Bandung ini," katanya saat ditemui kemarin (26/11) siang.
Di makam ini terdapat tiga makam berukuran panjang. Makam paling besar, berada di tengah. Makam yang berada di tengah itulah Syekh Temanggung. Adapun makam di sebelah kiri merupakan pusaka dan makam di sebelah kanan, merupakan kuda tunggangannya.
Ratna menyebut, makam panjang dulu hanya berupa batu. Bertumpuk tak terawat. Karena tak terawat, dulu, tidak ada yang berani melintas di depan makam panjang ini. Banyak masyarakat yang mengalami hal-hal mistis. Seperti mendengar suara kuda saat melintas area makam panjang. "Dulu ada yang mendengar suara kuda. Padahal di sini tidak ada yang memelihara kuda," beber dia.
Tak hanya itu, masyarakat juga sering menjumpai penampakan orang berjubah putih. "Tapi sekarang sudah jarang. Setiap saya bersih-bersih makam juga tidak pernah dijumpai atau merasakan hal-hal aneh," tegasnya.
Sejak 2016 lalu, keberadaan makam panjang mulai terawat. Banyak warga yang berziarah dan melakukan ritual tertentu. Bergantung dengan niat dan tujuan masing-masing. Tak sedikit yang membakar dupa. Biasanya, ramai pada malam Jumat Legi. "Banyak yang melekan (begadang, Red) sampai pagi, ada juga yang mendoakan leluhur," pungkas dia. (yan/bin/riz)
Editor : Achmad RW