Padahal, saat melintasi jalan di area pemakaman kesan mistis sangat terasa. Terlebih, terdapat dua pemakaman yang berada di sisi kanan dan sisi kiri jalan. Kesan angker langsung muncul setelah ada satu pohon beringin sangat besar yang berada di tengah-tengah makam.
Tak heran, beredar cerita misteri yang muncul di makam sekaligus petilasan ini. Bila malam hari, tempat ini dikenal cukup angker. Terkadang, sosok kakek tua berjenggot panjang menjumpai siapa saja yang berada di sekitar makam.
Menurut Munaji sang juru kunci makam, di tengah-tengah area pemakaman, memang ada petilasan yang menyerupai makam dan sangat dikeramatkan oleh masyarakat. Terutama masyarakat luar daerah yang sering datang dengan maksud dan tujuan tertentu. "Makam itu petilasan Syekh Subakir," katanya kepada wartawan koran ini kemarin.
Syekh Subakir, lanjutnya, merupakan ulama yang menyebarkan agama Islam di nusantara terutama Pulau Jawa. "Bahkan beliau ini dikenal sebagai babad tanah Jawa," beber dia. Hanya saja, tidak banyak yang tahu tentang sosok Syekh Subakir yang berdakwah ke Jombang dalam kurun waktu cukup lama, dan bahkan meninggalkan sebuah petilasan.
"Petilasannya itu berupa seperti makam, ada batu nisan cukup besar sama seperti yang ada di Blitar," tambahnya. Sehingga banyak peziarah yang datang ke petilasan tersebut. Salah satu tokoh agama di pesantren, juga ada yang datang secara khusus untuk berziarah. "Biasanya ramai itu malam Jumat. Datangnya peziarah malam hari," tutur dia.
Ia menyampaikan, peziarah yang datang harus mempunyai niat suci. Apalagi bila harus melakukan ritual tertentu. Maksud yang tidak baik biasanya akan berimbas kepada peziarah itu sendiri. "Pernah kejadian, ada yang datang mencari nomor dengan menyalakan dupa. Terus terjadi sesuatu saat tiba di rumah. Sampai sakit tidak pernah sembuh," ceritanya.
Tak hanya itu, di sekitar petilasan sering muncul sosok kakek tua berjubah putih dengan jenggot yang sangat panjang. Tidak disebutkan kehadiran kakek berjenggot panjang tersebut. Sekadar menemui peziarah atau memang sebagai pertanda baik. "Kalau ketemu kakek tua berjenggot itu saya alami sendiri," pungkas Munaji.
Terdapat Sepuluh Makam Pengikut
BUKAN hanya petilasan Syekh Subakir, di pemakaman umum yang berada di Desa Banjardowo itu juga terdapat sepuluh makam yang diduga para pengikutnya. Lokasinya berada di area belakang.
Seperti umumnya, maka para pengikut Syekh Subakir ini berjejer dengan makam warga sekitar. Hanya saja, makam pengikut Syekh Subakir bernisan batu dan bertuliskan Arab. Sedangkan makam warga umum bertuliskan seperti biasa menggunakan Bahasa Indonesia. "Sekitar ada sepuluh makam pengikut Syekh Subakir," ujar Munaji juru kunci makam.
Namun dirinya tidak bisa memastikan apakah makam tersebut benar-benar makam pengikutnya atau hanya petilasan. "Kalau pengikutnya itu saya juga kurang tahu," katanya.
Meski begitu, peziarah yang datang biasanya juga datang ke makam para pengikut setelah berziarah ke petilasan Syekh Subakir. "Biasanya mereka membawa bunga sedap malam," beber dia. (yan/bin/riz)
Editor : Achmad RW