Sekilas, makam Belanda itu terlihat dari luar seperti makam pada umumnya. Hanya saja, pada saat memasuki area dalam makam, aura mistis langsung terasa. Terlebih, ada beberapa makam berukuran cukup besar. Bahkan, ada beberapa makam yang kondisinya tak terawat sehingga banyak ditumbuhi rerumputan.
Di dalam makam itu terdapat satu makam yang berukuran paling besar. Ukuran makam mencapai 3x7 meter. Hal ini menunjukkan makam yang tidak umum. Di makam besar itulah konon, disebut-sebut sebagai makam orang Belanda Coenraad Laurens Coolen, yang masuk ke Indonesia pada 1873 silam.
Menurut Suci Harto juru kunci makam, Coenraad Laurens Coolen merupakan orang Belanda yang menemukan Desa Ngoro. Ceritanya, dulu Desa Ngoro masih berupa hutan belantara. "Karena namanya Coolen orang-orang menamai Mbah Kolen," ujarnya, saat ditemui kemarin (14/9). Mbah Kolen inilah yang kemudian menyebarkan agama Kristen dan membangun gereja. "Sekarang gereja itu di sebelah lapangan Ngoro," tutur pria yang kerap disapa Mbah Kumis ini.
Ia menyebut, banyak masyarakat sekitar yang sering dijumpai ular bertubuh besar. Ular jelmaan itu berada di aera sekitar makam. "Banyak cerita dari masyarakat kalau pernah dijumpai ular. Tapi ular itu gaib, tiba-tiba hilang," akunya. (yan/bin/riz) Editor : Achmad RW