Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Warna Warni Indah Kreasi Boneka Rajut Buatan Ibu Rumah Tangga di Jombang

Achmad RW • Senin, 20 Oktober 2025 | 14:15 WIB
Yuli Kristiani, saat membuat boneka rajut di rumahnya
Yuli Kristiani, saat membuat boneka rajut di rumahnya

RadarJombang.id  – Benang warna-warni di tangan Yuli Kristiani, 30, ibu rumah tangga asal Desa Sengon, Kecamatan Jombang, berubah menjadi karya bernilai tinggi.

Boneka, bunga, hingga tas rajut hasil karyanya tak hanya cantik, tapi juga mendatangkan cuan.

Dari hobi merajut, Yuli kini mampu meraup penghasilan Rp 3–5 juta per bulan.

”Semua ini rajutan buatan sendiri, home made,” ujarnya sambil menunjukkan boneka kelinci yang baru selesai dirajut.

Ia bercerita, awalnya hanya memiliki kegemaran mengoleksi boneka dan sesekali belajar merajut untuk mengisi waktu luang.

Namun sejak mengikuti pelatihan keterampilan pada 2024, ia mulai menekuni seni rajut secara serius.

Ketertarikannya mengarah pada amigurumi, seni rajut boneka asal Jepang yang menampilkan karakter lucu seperti hewan, tumbuhan, hingga tokoh anime.

”Awalnya iseng aja belajar dari YouTube. Lama-lama banyak teman yang pesan, akhirnya saya tekuni sampai sekarang,” ujar Yuli Kristiani, sambil menunjukkan boneka berbentuk kelinci yang baru saja ia selesaikan.

Dalam sehari, Yuli mampu memproduksi tiga hingga empat boneka atau tas rajut dari benang. Tergantung ukuran dan tingkat kerumitan. ”Semua dikerjakan manual,” imbuhnya.

Produk-produknya dipasarkan secara daring, dengan harga mulai Rp 5 ribu untuk gantungan kunci kecil, hingga Rp 350 ribu untuk boneka besar dengan tingkat kerumitan tinggi.

”Yang paling mahal hingga Rp 350 ribu untuk boneka ukuran besar dengan tingkat kerumitan tinggi,” lontarnya.

Kini, karya Yuli tak hanya diminati warga sekitar. Pemesan datang dari berbagai daerah, seperti Surabaya dan Tangerang. Dari hasil penjualan itu, Yuli mampu mengantongi penghasilan rata-rata Rp 3–5 juta per bulan. 

Terus Berkreasi, Sesuaikan Tren Pasar

Beberapa boneka rajut hasil kreasi Yuli
Beberapa boneka rajut hasil kreasi Yuli

PASAR produk hasil rajutan tak pernah benar-benar sepi. Tapi untuk tetap eksis, pelaku usaha harus jeli membaca tren. Itulah yang dilakukan Yuli Kristiani, 30, perajin rajut asal Desa Sengon, Kecamatan Jombang yang tak pernah berhenti berinovasi.

”Saya selalu sesuaikan dengan selera pasar. Kalau nggak begitu, ya bisa tenggelam,” ujarnya sambil merapikan benang warna pastel di meja kerjanya.

Salah satu jurus andalannya, teknik amigurumi. Teknik asal Jepang ini memadukan benang rajut dan ring besi untuk membentuk boneka-boneka mungil nan menggemaskan.

”Meskipun sederhana, hasilnya lebih menarik. Anak-anak sekarang suka yang lucu-lucu,” celetuknya.

Yuli tak hanya bermain di teknik, tapi juga peka terhadap tren karakter yang sedang viral.

Boneka rajut ala Labubu, Bunny Line, hingga tokoh-tokoh gemoy lainnya jadi incaran pembeli.

”Yang penting tetap relevan. Kalau tren berubah, saya ikut putar arah,” tambahnya.

Salah satu pelanggan setia, Nur Rahmawati, mengaku jatuh hati pada karya Yuli karena kualitasnya yang beda dari produk pabrikan.

”Lucu dan rapi banget. Benangnya halus, nggak gampang lepas. Saya sudah beberapa kali pesan buat hadiah,” ungkapnya. (riz/naz)

 

Editor : Achmad RW
#Jombang #rajut #ibu rumah tangga #boneka