Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Berbekal Kamar Kosong di Rumahnya, Pria di Jombang Ini Sukses Bikin Peternakan Murai Batu

Anggi Fridianto • Senin, 17 Februari 2025 | 16:21 WIB

 

Gianto, 47 warga Desa Talunkidul, Kecamatan Sumobito yang sukses membudi dayakan burung murai batu Minggu (16/2).
Gianto, 47 warga Desa Talunkidul, Kecamatan Sumobito yang sukses membudi dayakan burung murai batu Minggu (16/2).

RadarJombang.id – Berawal dari hobi suka memelihara burung, kini Gianto, 47, warga Desa Talunkidul, Kecamatan Sumobito Jombang bisa mendulang jutaan rupiah per bulan dari hasil budi daya burung murai batu.

Tak butuh tempat khusus, ia hanya memanfaatkan kamar kosong yang tak terpakai di rumahnya.

Budi daya murai batu yang digeluti Ginato, sekitar 2021 silam. Ia mulai tertarik budi daya murai batu karena memiki harga pasar lumayan mahal.

”Ini saya pelihara di sebuah kandang khusus sehingga bisa bertelur rutin dan bisa menjual anakannya hingga belasan ekor per bulan,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, Minggu (16/2).

Awalnya, Gianto membudidayakan burung lovebird. Setelah merasa piawai, ia kemudian ingin mencoba beternak burung yang lebih menantang.

Pilihannya, kemudian jatuh pada burung murai batu yang dikenal dengan harganya yang mahal.

”Karena waktu itu belum punya modal, saya meminjam uang di bank Rp 10 juta. Uang tersebut kemudian saya belikan dua pasang burung murai batu. Setiap pasangnya seharga Rp 5 juta,’’ tambahnya.

Ia mengakui, awal memelihara burung murai batu, dirinya bisa dibilang untung besar.

Sebab, burungnya bisa rutin bertelur setiap satu bulan sekali.

Dari awalnya hanya satu pasang, kini ia memiliki tujuh pasang. Setiap pasangnya ia buatkan kandang tersendiri.

”Saat ini terus bertambah hingga kini menjadi belasan pasang,” ungkapnya.

Dalam budi daya murai batu, ia memanfaatkan tiga ruang kamar di rumahnya yang tak terpakai.

Ruang itu, kemudian diberi sekat dan diberikan tanaman serta pasir untuk tempat hidup murai.

Pemberian tanaman dalam pot dan pasir adalah untuk memberikan rasa nyaman agar murai lebih betah dan tidak gampang stres.

”Selain itu, pemberian pasir juga akan memudahkan kita saat membersihkan kotoran. Disamping itu, pasir ini juga membuat kandang tidak bau,’’ terangnya.

Sugianto rutin membersihkan kandangnya 4-5 hari sekali. Saat kotoran lumayan banyak, ia membersihkan dan kembali menabur dengan pasir kering.

”Memang harus telaten dan rutin membersihkan kandang. Sehingga burung tidak stres dan tidak gampang terserang penyakit,’’ tandasnya.

Dari budi daya murai batu, Gianto mampu meraup omzet hingga mencapai jutaan rupiah per bulan.

”Alhamdulillah bisa untuk tambahan kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.

Banyak Diburu Pecinta Murai dari Luar Kota

Murai batu yang dibudidayakan Gianto, 47, warga Desa Talundkidul, Kecamatan Sumobito banyak diminati pecinta murai baik dari Jombang hingga luar Jombang.

Ini setelah, anakan yang dia jual seringkali menjuarai beberapa kontes.

”Pembeli bermacam-macam, ada yang dari Jombang, Mojokerto hingga luar kota,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Selama ini, Gianto hanya memanfaatkan grub whatsApp dan Facebook. Dari grub itu, ia menawarkan anakan murai sesuai harga pasar.

”Dulu harganya per ekor bisa sampai jutaan, tapi sekarang hanya Rp 250 ribu rupiah per ekornya,” jelas dia.

Ia mengakui, dalam satu bulan, ia bisa menjual rata-rata 15 hingga 20 ekor anakan burung murai batu.

Puluhan anakan itu, dihasilkan dari tujuh pasang murai batu yang ia pelihara di rumahnya.

”Tapi tergantung situasi dan kondisi juga, kalau beruntung ya satu bulan bisa netes 20 ekor,” pungkasnya. (ang/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#Peternakan #Kosong #kamar #murai batu #Jombang #Sumobito