Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Mengintip Proses Pembuatan Kerajinan Tangan Poliresin Produksi Asli Jombang, Cocok Jadi Hiasan Hingga Suvenir

Magang • Kamis, 31 Oktober 2024 | 00:59 WIB
Proses pembuatan kerajinan poliresin di Tunggorono Jombang
Proses pembuatan kerajinan poliresin di Tunggorono Jombang

RadarJombang.id - Di tengah pesatnya perkembangan industri kerajinan tangan, salah satu usaha yang menonjol di Jombang adalah kerajinan tangan berbahan poliresin.

Salah satunya, adalah kerajinan poliresin yang ditekuni Natalia, 44, warga Tunggorono, Jombang ini.

Ia tidak hanya menciptakan berbagai souvenir handmade dari bahan poliresin, tetapi juga memberdayakan masyarakat di sekitarnya.

Natalia memulai usaha ini pada tahun 2004 bersama suaminya, Romi Apriyanto.  "Awalnya, kami sangat mencintai seni rupa," kata Natalia.

Suaminya yang berbakat dalam membuat patung dan lukisan membawa mereka ke dunia kerajinan tangan.

Namun, mereka menyadari bahwa masyarakat lebih menyukai karya yang dapat digunakan dan dibawa pulang, seperti hiasan dinding dan tempat perhiasan.

Salah satu keunggulan penggunaan bahan poliresin adalah sangat fleksibel dan dapat dicetak menjadi berbagai bentuk sesuai permintaan.

"Bahannya juga lebih kokoh dari kaca dan keramik serta tahan terhadap cuaca. Meski diletakkan di luar, bentuknya tetap terjaga," ungkapnya.

Natalia tidak hanya menawarkan souvenir untuk pernikahan, tetapi juga untuk berbagai acara lainnya seperti ulang tahun, reuni keluarga, dan purna siswa.

"Kami menerima banyak permintaan desain khusus, seperti boneka wisuda untuk purna siswa atau miniatur sesuai karakter acara reuni," tambahnya.

Setiap souvenir dapat disesuaikan dengan tema acara, memberikan nilai seni dan keunikan tersendiri.

Proses pembuatan souvenir ini melalui beberapa tahapan. Pertama, ia akan mulai dengan desain 3D berdasarkan gambar dari pelanggan.

Setelah itu baru ia akan membuat cetakan dan melanjutkan ke produksi massal.

“Sebagian besar bahan dasar kami, sekitar 80%, menggunakan poliresin. Namun, ada bahan pendukung lain seperti kayu dan kaca. Misalnya, frame dari resin dan tempat foto dari kayu,' lontarnya.

Kayu digunakan karena resin tidak dapat mencapai kekakuan dan simetri yang dibutuhkan.

Untuk produk yang akan diberi kaca, penggunaan kayu sangat penting karena resin bersifat elastis dan tidak cocok untuk menahan kaca.

Setelah tahap pencetakan, barang-barang melewati tahap penghalusan, pewarnaan, dan pengepakan.

Menariknya, pewarnaan dilakukan secara manual dengan tangan.

"Setiap produk diberi sentuhan akhir dengan pewarnaan handmade, mulai dari mengukir bunga hingga menambahkan detail kecil. Ini yang membuat produk kami spesial," ungkap Natalia dengan bangga.

Seiring berjalannya waktu, produknya itupun makin dikenal dan berhasil mengembangkan jaringannya hingga sejumlah kota besar di Indonesia.

“Terutama di Surabaya, Malang, dan Kediri, saya memiliki jaringan reseller. Bahkan di Makassar dan Lampung juga ada,” jelasnya.

Dengan strategi reseller itu, usahanya itu juga berhasil menjangkau berbagai kalangan dan menjadi pilihan utama bagi banyak pelanggan yang mencari souvenir berkualitas.

Dengan harga mulai dari Rp5.000 hingga puluhan ribu, kerajinan poliresin buatannya dapat dijangkau oleh berbagai kalangan. 

"Kami ingin semua orang bisa memiliki souvenir berkualitas tanpa khawatir soal harga," tegas Natalia. ( Marisa Andriana / Fitri Adelia Pratiwi )

Editor : Achmad RW
#tunggorono #poliresin #Jombang #kerajinan #souvenir