RadarJombang.id - Salah satu kedai yang berlokasi di Jl Gubernur Suryo Jombang punya cara unik untuk menyajikan roti bakar.
Di kedai ini, roti bakar yang disajikan kepada pelanggan tak cuma dibakar pada pemanggang besi laiknya sejumlah pedagang lain.
Namun, roti bakar ini dipanggang menggunakan setrika jadul dengan bara yang dipanaskan.
"Usaha ini sudah dibuka sejak Februari 2024 lalu, dan lumayan ternyata disambut baik," terang Indrawan Sogiarto, 31, pemilik kedai.
Sejak membuka usahanya kedai miliknya berhasil mencuri hati banyak penggemar roti bakar karena inovasi uniknya yaitu roti yang dibakar menggunakan setrika arang jadul.
Proses pembakaran yang unik ini menghasilkan roti bakar dengan tekstur garing diluar dan empuk di dalam menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda dari yang lain.
Indrawan mengungkapkan ia mendapatkan setrika arang ini dari kolektor.
"Dapat inspirasinya itu ketika saya SMP melihat liputan di TV, ada cafe yang jualan roti menggunakan setrika arang,' ungkapnya.
Ia tahu, usaha itu akan menarik, terlebih di Jombang itu belum ada yang mengembangkan.
"Jadi awalnya pakai setrika listrik. Cuma kendalanya itu lengket di margarin nya. Terus dicoba pakai setrika arang, berhasil lalu akhirnya seperti ini.”
Saat pertama kali dibuka ternyata ada beberapa kendala saat menggunakan setrika arang.
Saat arang masih dipanaskan dan pelanggan datang, seringkali mereka harus menunggu lebih lama dari biasanya.
Setrika arang harus tetap panas tetapi arangnya cepat habis dan tidak bisa terbakar terus menerus sehingga perlu diganti setiap 30 menit sekali. Hal ini tentu memerlukan waktu dan tenaga.
Meskipun perawatan setrika arang tidak terlalu sulit, ada hal tertentu yang harus dilakukan.
Setiap hari, setrika dibersihkan dengan cara mengelapnya menggunakan kain yang telah dibasahi dengan minyak kelapa.
"Di bagian bawah setrika, terdapat sisa-sisa roti yang gosong dan menempel akibat margarin. Untuk mencegah kerak yang menempel pada roti yang baru, sisa-sisa itu harus dikerik menggunakan pisau silet agar menjaga kebersihan dan kualitas roti yang disajikan," imbuhnya.
Indrawan menyebut, usahanya itu juga dilakukannya sendiri tanpa keterlibatan franchise. Kedai miliknya itu biasanya buka mulai dari jam 14.00 hingga 21.00 WIB.
Harga roti bakar ini cukup terjangkau yaitu mulai dari 3 ribu sampai 5 ribu saja. Di kedainya, memiliki dua kategori menu yang paling laris yaitu manis dan gurih.
"Untuk menu manisnya ada choco crunchy dan tiramisu crunchy, sedangkan pilihan buah-buahan biasanya berupa blueberry, strawberry, dan melon. Menu gurihnya ada corn queso, ayam nigrum, dan ayam lada hitam," pungkasnya.
(Fitri Adelia Pratiwi-Marisa Andriana)
Editor : Achmad RW