Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Mengintip Proses Pembuatan Kerupuk Uyel di Dengan Cara Tradisional di Jombang

Magang • Senin, 30 September 2024 | 01:39 WIB
Proses penjemuran kerupuk uyel di Desa Segodorejo, Sumobito, Jombang
Proses penjemuran kerupuk uyel di Desa Segodorejo, Sumobito, Jombang

RadarJombang.id - Kerupuk merupakan salah satu pendamping makanan yang banyak diburu masyarakat Indonesia. Kerupuk memiliki tekstur yang ringan dan renyah.

Disamping harganya yang murah, kerupuk memiliki rasa gurih dan nikmat. Biasanya kerupuk dijual terpisah dalam blek (tempat kerupuk).

Di Kabupaten Jombang sendiri terdapat beberapa tempat produksi kerupuk, salah satunya pabrik kerupuk yang berada di Desa Segodorejo, Kecamatan Sumobito, Jombang.

Di pabrik kerupuk ini, memproduksi varian kerupuk uyel dan kerupuk kotak dalam bentuk sudah di goreng dan krecek.

"Kalau sekarang produksi uyel saja, kalau yang kotak itu ambil di orang yang takarannya sudah saya sesuaikan sendiri," ungkap Lukmi Sugiati selaku pemilik pabrik kerupuk Baru Mekar.

Bahan utama dalam pembuatan kerupuk uyel ini adalah tepung tapioka dan tepung terigu.

"Tepung tapioka dan tepung terigu, cuma lebih dominan tepung tapioka yang utama," ucap Lukmi (27/9).

Terdapat beberapa tahapan dalam pembuatan kerupuk yang meliputi pembuatan adonan kerupuk dan pencetakan kerupuk yang dibantu oleh mesin.

"Langsung pakai mesin kalau di sini," lanjutnya

Setelah dicetak, selanjutnya kerupuk akan dikukus lalu dijemur dibawah terik matahari selama satu hari. Setelah kering kerupuk diangkat dan digoreng.

"Terus dikukus, terus dijemur, terus digoreng. Namun kerupuk yang digoreng adalah hasil penjemuran kerupuk yang kemarin," ungkap Lukmi.

Baca Juga: Harga Tepung Melambung, Produsen Kerupuk di Jombang Makin Terpuruk

Proses pembuatan kerupuk uyel ini diawasi langsung oleh pemilik sehingga kebersihan kualitasnya tetap terjaga.

Setelah melewati beberapa tahapan tersebut, selanjutnya kerupuk akan dijual di beberapa daerah seperti Malang, Lamongan, Mojokerto, dan Jombang.

Kerupuk di pabrik ini dijual dengan harga yang beragam.

Misalnya untuk harga kerecek atau kerupuk mentah di bandrol dengan harga Rp15.000 per kilogram.

Sedangkan untuk yang sudah digoreng Rp29.000 per kilogram.

Namun untuk pedagang kerupuk keliling biasanya nambah kantong plastik sehingga harganya menjadi Rp32.000 per kilogram. (Aulia Putri Indrianti - Helen Setyaningsih)

Editor : Achmad RW
#Jombang #Sumobito #kerupuk #tradisional #Segodorejo