RadarJombang.id – Budi daya belimbing jenis bangkok merah di Jombang ternyata bisa membuat pemiliknya sukses besar.
Salah satunya, ditekuni Soim, 70 warga Dusun/Desa Kayen Kecamatan Bandarkedungmulyo Jombang ini.
Dari hasil budi daya blimbing bangkok merah itu, ia bisa meraup untung hingga 7 juta rupiah perbulannya.
Halaman rumah Soim, di Dusun Kayen tampak asri dan sejuk Sabtu (11/5) siang.
Deretan pohon belimbing dengan ukuran buah yang berukuran jumbo kian memanjakan mata.
”Saya memanfaatkan pekarangan dan halaman rumah untuk menanam belimbing,’’ ujar dia kepada RadarJombang.id.
Soim awal kali menanam belimbing jenis bangkok merah pada 2012.
Ia membeli bibit dari seorang teman sejumlah 110 pohon.
Kemudian ia tanam di pekarangan rumahnya.
”Sekarang hampir setiap hari panen,’’ tambahnya.
Untuk perawatan, tanaman belimbing butuh perhatian ekstra agar buahnya maksimal.
Mulai pruning atau pemotongan dahan yang kering, penyemprotan hama serta pembungkusan buah dengan plastik agar tidak di sengat serangga.
”Butuh ketelitian juga. Selain itu tidak ada perawatan khusus lainnya,’’ jelas dia.
Dari total 110 pohon yang dia tanam, setiap hari Soim bisa memanen minimal 25-50 kilogram.
Menurutnya, jumlah itu bisa lebih tergantung pesanan yang masuk.
Semakin banyak pesanan yang masuk, semakin banyak pula buah yang dipanen.
”Kita panen kalau ada pesanan. Selama ini kita melayani order,’’ jelas dia.
Keunggulan belimbing jenis bangkok merah adalah rasanya lebih manis.
Selain itu, dagingnya lebih tebal dan ukurannya jumbo.
”Kalau pelanggan saya lebih suka karena segar baru petik,’’ jelas dia.
Harga belimbing ini dibandrol Rp 10 ribu per kg.
Selama ini, Soim tak hanya melayani pasar lokal, bahkan sudah tembus luar kota.
”Penjualan paling jauh ke Gresik, Surabaya, Mojokerto dan alhamdulillah dalam sebulan bisa menghasilkan sekitar Rp 5-7 juta,’’ pungkasnya. (ang/riz)
Editor : Achmad RW