Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Lelaki Asal Jombang Ini Sukses Terapkan Metode Kawin Cabut Budi Daya Burung Kenari hingga Hasilkan Puluhan Anakan

Azmy endiyana Zuhri • Senin, 25 Maret 2024 | 13:05 WIB
BERHASIL: Fatqurohman warga Dusun Tawangsari, Desa Sengon, Jombang sukses menerapkan metode kawin cabut budi daya burung kenari hingga hasilkan puluhan anakan.
BERHASIL: Fatqurohman warga Dusun Tawangsari, Desa Sengon, Jombang sukses menerapkan metode kawin cabut budi daya burung kenari hingga hasilkan puluhan anakan.

RadarJombang.id - Fatqurohman warga Dusun Tawangsari, Desa Sengon, Jombang mempunyai cara untuk mengembangbiakkan burung kenari.

Salah satunya dengan menggunakan sistem kawin cabut. Menurutnya, itu yang paling mudah.

”Jadi kenari jantan langsung dijadikan satu dengan kenari betina. Setelah kawin kembali dipisahkan,” terangnya.

Diungkapkannya, dirinya mengetahui metode itu dari teman yang juga hobi memelihara burung.

Meski terbilang cukup gampang. Untuk beternak burung kenari ini harus pintar memilih jodoh untuk burungnya.

”Terkadang meski dijadikan satu apabila burung tidak jodoh, tidak akan mau kawin,” ungkapnya.

Menurutnya, ada ciri-ciri burung itu berjodoh. Biasanya setelah burung jantan dan betina dijadikan satu, keduanya tidak berkelahi.

”Biasanya mangkring (bertengger, Red) berdampingan itu berarti jodoh,” bebernya.

Selain itu, harus melihat burung itu sudah siap kawin atau belum. ”Dilihat juga sudah birahi atau belum,” imbuhnya.

Hingga kini Fatqurohman telah berhasil mengembangbiakkan 25 pasang indukan kenari.

Dari jumlah itu menghasilkan sekitar 50 ekor anakan setiap bulannya.

Baca Juga: Ini Rahasia Perajin Pot dan Patung Kreasi di Jombang Biar Produknya Lebih Kuat dan Awet

”Kalau hawanya seperti ini hasilnya bagus, karena burung jenis F1 itu mau bertelur. Sehingga satu bulan bisa meraih Rp 4 juta, kalau cuaca terik itu paling Rp 2 juta,” bebernya.

Terlebih lagi, penjualan hasil ternaknya, dirinya hanya memajang burung di teras rumahnya.

Dirinya juga tidak menjajakan melalui media online atau menjualnya ke tengkulak.

”Jadi paling yang beli ya orang yang lewat,” pungkasnya. (yan/naz/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#kawin #Cabut #sengon #metode #budi daya #Jombang #ternak #beternak #kenari #burung #Anakan