Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Seorang Pria di Jombang Kembangkan Peternakan Kambing PE, Begini Cerita Suksesnya

Anggi Fridianto • Minggu, 19 November 2023 | 16:25 WIB

 

 

: M Gufron warga Dusun/Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto memerah kambing PE di rumahnya.
: M Gufron warga Dusun/Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto memerah kambing PE di rumahnya.

JOMBANG - Peternakan kambing susu perahan alias kambing peranakan etawa (PE) tak hanya sukses dilakukan peternak di Kecamatan Wonosalam.

Asalkan ulet dan telaten, maka budidaya kambing PE bisa menghasilkan susu maksimal, di manapun tempatnya.  

Seperti yang dilakukan M Gufron, 40, warga Dusun/Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto yang juga berhasil mengembangkan peternakan kambing PE di rumahnya.

Mbeek…mbekk…mbek...suara kambing PE saling bersahutan kala Gufron membawakan seember ampas tahu di pekarangan rumahnya siang itu.

Ampas tahu yang telah dicampur kulit kacang dan rendeng kangkung itu kemudian diberikan pada belasan ekor kambing PE.  

”Saya ternak kambing PE ini dari nol sejak 2021 lalu. Ketika besar saya jual, lalu beli indukan dan Alhamdulillah sekarang sudah ada 13 ekor beserta anak-anaknya,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Awalnya, Gufron kesulitan mencarikan kebutuhan pakan hijau untuk kambingnya.

Setiap hari, ia harus mencari pakan tumbuhan untuk asupan nutrisi kambing PE itu berkeliling.

Namun lambat laun, Gufron berfikir untuk menanam sendiri tanaman yang bisa dijadikan pakan hijau.

”Kemudian saya tanam tanaman indigovera yang bibitnya saya beli online. Selain itu, saya juga menanam pohon randu dan rambanan di sekitar pekarangan rumah,’’ tambahnya.

Saat memberikan pakan, Gufron juga memanfaatkan campuran nutrisi tambahan misalnya ampas tahu, kangkung kering, serta limbah kulit kacang yang didapat dari industri sekitar.

”Kebetulan di dekat sini ampas tahu dan kulit kacang banyak. Jadi itu saya manfaatkan,’’ jelas dia.

Menurutnya, kebutuhan nutrisi pakan tambahan untuk kesehatan kambing cukup penting.

Gufron setiap hari mencampurkan pakan hijau dan pakan tambahan dengan perbandingan 80:20. ”Sebanyak 80 persen pakan hijau dan sisanya pakan tambahan,’’ paparnya.

Dari 13 ekor kambing di kandangnya, ada tiga sampai empat kambing yang produktif untuk diperah susunya.

Dari hasil pemerahan itu, Gufron bisa mendapatkan sekitar 3-4 liter susu setiap hari.

”Per kambing kalau kondisinya bagus bisa menghasilkan 1,5 liter susu kambing,’’ jelas dia. 

Gufron biasa memerah susu kambing dua kali sehari. Yakni pagi dan sore hari.

Dalam proses pemerahan susu, Gufron selalu memperhatikan kebersihan kandang, tempat untuk wadah susu dan penyimpanan tersendiri.

”Supaya susunya bisa awet dan tidak mudah basi,’’ terangnya.

Gufron menjual susu kambing etawa dengan kemasan 0,5 liter seharga Rp 15.000. Susu kambing miliknya diklaim bisa bertahan hingga 1 bulan.

”Kalau disimpan dalam frezzer bisa tahan sampai satu bulan. tapi kalau dimasukkan kulkas maksimal satu minggu,’’ jelas dia.

Baca Juga: Kaktus Hias Budidaya Warga di Jombang ini Bisa Laku Puluhan Juta, Ini Rahasianya

Karena keterbatasan produksi susu, saat ini Gufron baru melayani pesanan dari teman, kerabat, tetangga dan warga lokal yang pesan secara online. ”Paling jauh Mojokerto,’’ tambahnya.

Dari testimoni para pelanggan, susu kambing etawa berkhasiat untuk kesehatan. Mulai mengobati asma, darah tinggi, asam urat, serta pengapuran.

”Ya bebeberapa pelanggan yang sudah rutin mengonsumsi susu kambing etawa menyampaikan demikian. ada yang asmanya sembuh, asam uratnya tidak lagi kumat dan lain-lain,’’ pungkasnya. (ang/bin/riz)

 

Editor : Achmad RW
#PE #Jombang #susu #kamping #Jogoroto