JOMBANG – Ide merintis usaha bisa datang dari banyak hal. Seperti yang dilakukan Titin Trisnawati, 45, warga Desa/Kecamatan Jogoroto ini.
Ia meritis usaha pembuatan aksesori wanita usai membantu keponakannya menyelesaikan tugas membuat kerajinan tangan dari sekolah.
”Saya mulai menekuni usaha membut aksesori sejak 2015,” kata Titin saat dikunjungi Jawa Pos Radar Jombang.
Awalnya Titin membantu keponakannya yang mendapat tugas membuat kerajinan tangan dari sekolah.
Melihat keponakannya kesulitan membuat bros, ia mencoba membantu.Berkat sentuhan tangan terampil Titin, jadilah bros cantik.
”Waktu itu keponakan saya dapat tugas membuat bros, saya coba bantu, ternyata hasilnya bagus dan banyak yang minta dibuatkan,” lanjutnya.
Dari situ ia mulai terinspirasi mengembangkan usaha kerajinan tangan tersebut.
Benar saja, satu dua produk kerajinan tangannya telah rampung ia kerjakan. Lagi-lagi, banyak yang memuji kualitas aksesori hasil kerajinan tangannya.
”Akhirnya saya putuskan untuk menekuninya, apalagi tidak membutuhkan modal yang besar,” bebernya.
Dengan modal yang ada, ia pun segera membeli bahan-bahan untuk pembuatan aksesori.
Baca Juga: Kaktus Hias Budidaya Warga di Jombang ini Bisa Laku Puluhan Juta, Ini Rahasianya
Ia tak membutuhkan tempat khusus, semua ia kerjakan di rumahnya sendiri.
Tidak hanya bros, ia juga mulai membuat ragam aksesori cantik lainnya dari manik-manik. Di antaranya gelang, kalung juga kerajinan lainnya.
”Membuat aksesori tidak terlalu sulit. Asal mau belajar semua pasti bisa,” imbuhnya.
Saat ini usahanya semakin berkembang. Ia juga terus mencetuskan karya-karya baru agar bisa terus eksis.
Dengan kemampuannya, ia mengaku bisa membuat 20-30 buah aksesoris setiap harinya.
”Dari beberapa kerajinan yang paling diminati adalah bros, gelang, aksesori rambut hasilnya ternyata juga lumayan,’’ tambahnya.
Untuk pemasaran ia tidak perlu bingung. Selain dari mulut ke mulut, ia juga memanfaatkan marketplace.
”Banyak pelanggan dari Jombang sendiri, selain itu ada dari Surabaya namun ke luar Jawa seperti Sumatra juga pernah,’’ papar dia.
Harga produk aksesoris cukup terjangkau. Mulai harga Rp 5 ribu per buah tergantung model, bahan dan ukuran.
”Alhamdulillah kalau omzet kotor sebulan bisa Rp 4-5 juta,’’ pungkasnya. (riz/naz/riz)
Editor : Achmad RW