Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pria di Jombang Untung Besar dari Budidaya Melon Sweet Net Thailand

Anggi Fridianto • Minggu, 5 November 2023 | 13:42 WIB

 

Ahmad Lafillian Rohmadi, 25 warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Megaluh membudidayakan melon jenis sweet net Thailand kemarin.
Ahmad Lafillian Rohmadi, 25 warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Megaluh membudidayakan melon jenis sweet net Thailand kemarin.

JOMBANG - Melon jenis sweet net khas negeri Gajah Putih Thailand mulai dibudidayakan di Jombang.

Seperti melon sweet net Thailand yang terlihat dibudidayakan di Desa Kedungrejo, Kecamatan Megaluh.

Meski baru ditanam Agustus lalu, namun buah melon sweet net thailand yang belum masak di pohon ini sudah dipesan pembeli. 

Sejumlah pemuda tampak sibuk merawat tanaman di dalam green house, kemarin pagi.

Tak banyak yang mereka lalukan, sebab irigasi untuk setiap tanaman sudah tersambung secara otomatis melalui slang kecil yang dialirkan dengan sistem vetegasi tetes.

Sejumlah buah tampak lebih segar dan bebas dari hama.

Ya, Ahmad Lafillian Rohmadi, 25, bersama sejumlah rekannya memang membudidayakan melon jenis sweet net Thailand.

Dengan memanfaatkan green house, tanaman melon tumbuh subur meski di pekarangan sempit.

”Saya memulai budidaya melon sweet net ini Agustus lalu,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dalam membudidayakan tanaman ini ia menggunakan sistem hidpronik vetegasi tetes yang secara otomatis menyiramkan air dan nutrisi sebanyak 2 liter per jam.

Soal mekanismenya ia belajar dari salah seorang pembudidaya di Gresik.

Baca Juga: Gurih Renyah Keripik Tempe dari Ngudirejo Jombang, Cuannya Menggiurkan

”Saya tertarik budidaya dengan sistem ini karena budidaya yang dilakukan bapak selalu gagal. Bapak gagal panen dua tahun terakhir karena dampak cuaca,’’ tambahnya.

Di lahan seluas 6,5 x 20 meter persegi, Lafillian membangun green house yang dikeliling paranet. Dari lahan itu, ia menanam sekitar 304 tanaman.

”Ini tanaman sudah berusia 60 hari panen. Sudah siap panen semua, tapi yang ada di sini sudah dipesan,’’ jelas dia.

Ia mengaku, permintaan melon sweet net cukup banyak.

Selain dari Jombang sendiri, beberapa konsumen dan supplier asal luar kota juga banyak yang menghubunginya.

”Ya antusias pembeli luar biasa. Ada beberapa supplier dari Bandung minta kiriman per 10 hari 500 Kg, sedangkan kami belum bisa mencukupi karena baru jalan,’’ terangnya.

Menurutnya, yang membedakan melon sweet net dengan melon lain adalah rasanya renyah dengan tingkat kemanisan lebih pas.

“Apalagi jika buah didiamkan dalam ruangan terbuka selama tiga hari setelah dipetik dari pohon, maka cita rasa yang dihasilkan lebih nikmat,” jelas dia.

Kunci sukses budidaya melon sweet net adalah ketelatenan.

Artinya, pemilik harus memperhatikan suhu udara berikut takaran nutrisi yang diberikan.

”Kalau itu diperhatikan maka buahnya akan bisa maksimal. Dari 304 tanaman ini saya bisa menghasilkan buah dengan kualitas bagus di panen pertama,’’ jelasnya lagi.

Untuk harga 1 Kg melon sweet net, ia mematok Rp 25.000. Dalam sekali panen, Lafillian bisa meraup omset antara Rp 8-10 juta.

”Saat ini budi daya melon sweet net terus kita kembangkan agar bisa melayani pasar yang lebih luas,’’ pungkasnya senang. (ang/bin/riz)

Editor : Achmad RW
#sweet net #Jombang #thailand #Melon