Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kaktus Hias Budidaya Warga di Jombang ini Bisa Laku Puluhan Juta, Ini Rahasianya

Achmad RW • Senin, 30 Oktober 2023 | 14:54 WIB
Nurfansyah, pembudidaya kaktus hias di Jombang
Nurfansyah, pembudidaya kaktus hias di Jombang

JOMBANG – Nurfansyah, 31, warga Dusun Weru, Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang meraup untung besar dari budidaya kaktus hias.

Kaktus hias miliknya bahkan bisa laku dijual hingga jutaan rupiah.

Di depan rumahnya, terdapat sejumlah meja kecil dengan ratusan kaktus hias.

Tanaman itu terlihat sangat indah dengan warna warni di atasnya.

Ratusan kaktus berbagai jenis itu masing-masing ditempatkan dalam sebuat pot kecil.

Tak jarang beberapa kaktus diberi pupuk hingga dipindah ke wadah yang lebih besar.

”Ya begini ini setiap hari, usaha ini sudah sejak 2018 lalu,” unglap Nurfansyah.

Total, ada 600 kaktus di rumahnya. Dari jumlah itu, ia membudidayakan 400 jenis berbeda.

Sebut saja jenis god ji, pikachu, kt 10, scarlate, salmon, turmalin, sarika, orenji, batman, sub mongkol siam, rasta, nabi, toraba, pink giant, wing insect, pink shadow, taiwan, sos, gino kalisium, moon radios, lava chese, red monkey, papaya, pirate ring, rose, rosgem.

”Ada juga yang  jenis langka asal Thailand, biar mudah biasanya ditandai di masing-masing potnya itu,” lanjutnya.

Ia menceritakan, ketertarikan dirinya membudidayakan kaktus berawal dari istrinya.

Baca Juga: Pria di Ngoro Jombang Hasilkan Cuan Usai Ubah Halaman Jadi Kandang Puyuh

Kala itu, istrinya sedang ngebet ingin menanam kaktus. Nurfansyah pun kemudian membelikan istrinya beberapa jenis kaktus.

Namun, ia justru  kepincut warna dan jenisnya yang beragam.

”Awalnya belikan istri, tapi malah kepencut sendiri, akhirnya coba-coba pakai jenis lokal, kemudian berkembang yang jenis dari luar negeri ini,” imbuhnya.

Nurfansyah makin mantap menekuni usaha itu ketika pandemi Covid-19.

Kala itu, pasar hobi termasuk kaktus tengah ramai diburu karena banyaknya orang yang beraktivitas di rumah saja.

”Akhirnya sampai sekarang saya tekuni,” tambahnya.

Soal harga, ia mengikuti tren pasaran, yakni mulai Rp 50 ribu untuk jenis lokal hingga Rp 10 juta untuk jenis Thailand.

”Pemasaran selama ini lebih banyak mengandalkan online. Dan sudah terjual hingga Papua, Sumatera, Medan, Surabaya, Jakarta dan kota-kota lain,’’ jelas dia.

Dibandingkan pandemi lalu, penghasilan Nurfansyah dari budi daya kaktus hias memang menurun.

Namun, ia mengaku dalam sebulan masih bisa mendapatkan omzet sekitar Rp 5 juta-Rp 10 juta.

”Waktu Covid-19 sehari bisa Rp 2 juta atau kisaran Rp 30 juta per bulan,’’ pungkasnya. (riz/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#budidaya #Jombang #Kaktus Hias