Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Ini Resep Perajin Rebana di Desa Pagerwojo Hingga Terus Eksis Hingga Kini

Achmad RW • Sabtu, 28 Oktober 2023 | 16:06 WIB
Perajin di Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak tengah memproduksi rebana
Perajin di Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak tengah memproduksi rebana

JOMBANG – Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Jombang dikenal sebagai sentra pembuatan kerajinan alat musik rebana.

Sejak puluhan tahun, usaha kreatif ini tetap eksis. Bahkan pasar rebana buatan perajin Pagerwojo ini sudah merambah ke banyak daerah kabupaten/kota di Jawa Timur.

Halim, 56, salah satu perajin alat musik rebana mengaku sudah usaha pembuatan kerajinan alat musik rebana di rumahnya sudah berjalan sejak puluhan tahun.

”Usaha ini sudah dari tahun 1948 didirikan oleh ayah saya Syafi’i,’’ Ujar Halim saat ditemui di rumahnya, Rabu (25/10).

Halim merupakan generasi  kedua setelah wafatnya ayahnya.

”Saya itu adalah penerus ayah saya Syafi’I, makanya nama usahanya Terbang Hadroh Syafi’i,” ujar Halim

Untuk proses pembuatan alat musik melalui sejumlah tahapan. Pertama, pembentukan, pewarnaan, serta penempelan kulit.

Untuk bahan baku sendiri, Muhibin menggunakan beberapa jenis kayu mulai mangga, nangka dan mahoni.

Selain harganya lebih terjangkau, kayu-kayu jenis itu juga kuat dan awet. ”Ya kayunya juga cocok untuk menghasilkan bunyi yang nyaring,’’ beber dia.

Adapun bahan baku kulit tidak boleh asal kulit, namun harus kulit kambing betina.

Sebab, kualitas kulit sangat berpengaruh terhap suara.

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Desa Pagerwojo Jombang, Sentra Produksi Rebana

”Kulitnya harus kambing betina jangan jantan kalau jantan nanti tidak bunyi,’’ Lontarnya.

Untuk pemasaran produk, ia tidak perlu bingung. Sebab, sudah punya banyak pelanggan.

Hampir setiap harinya selalu mendapatkan pesanan, tidak hanya dari Jombang namun banyak pembeli juga berdatangan dari kabupaten/kota di Jawa Timur.

”Yang biasanya pesan itu dari Nganjuk,Tulungagung, Malang, Surabaya, Blitar, Trenggalek,” ujar Halim.

Untuk harga jual satu set rebana tergantung jenis rebana dan ukurannya.

Misalnya harga rebana jenis biasa satu set dijual dengan harga sekitar Rp 600 ribu yang berisi tujuh terbang.

Ada juga jenis banjari banjari Habib Syech yang satu set berisi sembilan terbang Rp 2 juta.

”Ada juga kemasan 5 terbang Rp 1,2 juta. Harga itu juga tergantung jenis rebana dan ukurannya,” papar dia. (mg1/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#perak #rebana #Pagerwojo #Perajin #Jombang