Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pria di Ngoro Jombang Hasilkan Cuan Usai Ubah Halaman Jadi Kandang Puyuh

Azmy endiyana Zuhri • Senin, 23 Oktober 2023 | 14:21 WIB

 

Nur Muhamad tengah memanen telur puyuh dari kandang yang dibuatnya
Nur Muhamad tengah memanen telur puyuh dari kandang yang dibuatnya

JOMBANG - Manfaatkan lahan kosong, pria asal Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, berhasil raup cuan.

Berkat keuletannya, Nur Muhamad berhasil mengambangkan budi daya burung puyuh petelur.

Burung puyuh petelur dibudidayakan di lahan berukuran 8 x 12 meter di depan halaman rumahnya.

Pria yang kerap disapa Nur itu mulai beternak puyuh petelur sejak lima tahun silam.

Ini setelah dirinya mendapat masukan dari temannya yang kebetulan juga beternak puyuh petelur.

”Awalnya itu hanya ratusan ekor saja. Karena masih mencoba," katanya.


Seiring berjalannya waktu usahanya tersu berkembang. Saat ini, ia memiliki sekitar 4.800 ekor puyuh petelur berada di kandangnya.

Bahkan ada beberapa jenis puyuh petelur yang ia kembangkan.

"Ini ada tiga jenis burung puyuh petelur, yakni jenis pixy, Bangkok lokal dan jatinom," bebernya.

Dikatakannya, dari ketiganya mempunyai perbedaan dari rasa dan ukuran telur.

Dipaparkan Nur, untuk telur pixy ini mempunyai ukuran yang besar akan tetapi, rasanya tidak begitu gurih.

"Beda dengan yang Bangkok lokal dan jatinom, ukuran telurnya cenderung kecil tapi rasanya gurih," bebernya.

Dalam sehari, dirinya bisa memperoleh rata-rata 50 kilogram (Kg) telur puyuh.

Harga satu kilogramnya bisa tembus antara Rp 30 - Rp 35 ribu.

"Biasanya itu diambil pedagang dari Kediri," katanya.

Untuk omzetnya sendiri dirinya dalam waktu satu Minggu bisa menghasilkan sekitar Rp 1,5 juta.

"Itu sudah bersih karena dipotong biaya pakan yang cukup besar," bebernya.

Selama ini, dirinya tidak pernah mengalami kendala yang berat saat beternak buruh puyuh. Terlebih lagi, burung ini tahan terhadap cuaca apa pun.

"Kalau burung puyuh ini kuat terhadap cuaca apa pun. Jadi jarang terkena penyakit," ungkapnya.

Hanya saja, dirinya harus membersihkan kandangnya setiap hari. Karena, lokasi peternakan ia miliki berada di tengah permukiman.

"Agar tidak bau ya harus membersihkan setiap hari," bebernya.

Burung puyuh baru bisa menghasilkan telur saat usianya 40 sampai 45 hari.

Usia produktif sampai 1 tahun 2 bulan. "Kalau sudah tidak produktif burung puyuh diganti yang baru. Yang lama juga laku dijual denga harga Rp 2.500 per ekor," pungkasnya. (yan/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#Burung Puyuh #lahan kosong #Jombang #pekarangan #petelur #Ngoro