Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Melihat Proses Produksi Ampok Tanpa Pengawet dari Jombang, Dijamin Nikmat Plus Menyehatkan

Anggi Fridianto • Senin, 2 Oktober 2023 | 15:08 WIB
Proses pembuatan ampok di Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, Jombang
Proses pembuatan ampok di Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, Jombang

JOMBANG - Produksi ampok yang digeluti Sulistiyowati, 47, warga Dusun/Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan semakin eksis.

Ampo, dipercaya memiliki manfaat untuk kesehatan, terutama karbohidrat dengan glukosa rendah sebagai pengganti nasi putih.

Sulistiyowati memulai usaha ampok sejak 2008.  Produksi ampok yang ditekuni Sulistiyowati berawal dari memasarkan ampok saudaranya di kampung halamannya di Kecamatan Kudu.

Dulunya, ia membantu saudaranya untuk memasarkan ampok dari rumah ke rumah.

Namun, seiring tingginya permintaan, ia kemudian meminta izin saudaranya untuk merintis produksi sendiri.

”Akhirnya saya memulai produksi dibantu suami. Saudara saya juga mendukung bahkan membina saya sampai bisa berjalan sendiri,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Pada awal 2009, ia hanya memproduksi ampok dalam skala kecil. Ampok dijual ke tentangga dan pasar.

Namun, seiring berjalannya waktu, permintaan produk ampoknya semakin banyak sehingga produksinya pun semakin meningkat.

Bahkan kini ia juga melayani pasar luar daerah. ”Alhamdulillah sekarang sudah berkembang,” tambahnya.

Proses pembuatan ampok membutuhkan waktu cukup panjang. Di mulai dari menyiapkan bahan baku pembuatan ampok, yakni jagung.

Agar bisa menghasilkan ampok yang bagus, ia memilih jagung yang berkulitas. Dimulai dari memipil jagung yang sudah dibeli dari petani.

Setelah itu, jagung digiling sampai halus. Setelah digiling, jagung kemudian dimasak dalam sebuah tungku besar. ”Kemudian kita tanak kurang lebih 2,5 jam,’’ tambahnya.

Setelah selesai ditanak, ampok yang sudah matang kemudian digiling lagi sampai halus.

Terakhir, dimasukkan oven untuk proses pengeringan agar ampok bisa bertahan lama.

 

Ampok jagung instan yang dibuat Sulistiyowati cukup mudah dimasak. Pembeli bisa memasak seperti memasak beras pada umumnya.

”Biasanya ampok dimasak untuk campuran karena ampok rendah gula dan kalori,” jelas dia.

Diijelaskan, nasi ampok memiliki kandungan yang baik untuk kesehatan. Selain rendah gula dan kalori, ampok juga cocok untuk penderita diabetes.

”Ampok memiliki banyak kasiat untuk kesehatan, salah satunya sangat dianjurkan bagi penderita diabetes,” imbuhnya.

Karena memiliki kandungan karbohidrat cukup tinggi sehingga nasi ampok cocok sebagai makanan alternatif pengganti nasi putih.

 

(ang/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#produksi #Jombang #ampok