JOMBANG - Kekompakan pasangan suami istri Indah Wahyuni, 42, dan Handoko, 43, warga Dusun Parimono, Desa Plandi, Kecamatan Jombang patut diacungi jempol.
Setelah ekonomi keluarga terpuruk akibat pandemi Covid-19, kini mereka berhasil bangkit dengan menekuni usaha pembuatan tas anyaman plastik.
Jari-jemari Indah Wahyuni dan Handoko tampak lihai saat menganyam tali berbahan plastik di rumahnya, di Desa Plandi siang itu.
Tak butuh waktu lama, tumpukan tali plastik yang beraneka warna disulap menjadi tas belanja cantik dengan berbagai macam warna dan ukuran.
Ya, itulah kesibukan pasutri ini sejak dua tahun ini. Mereka menggeluti usaha pembuatan tas anyaman plastik.
”Kami memulai usaha ini tepatnya sekitar tiga tahun lalu. Usaha warung kami sepi karena Covid-19. Kemudian cari kerjaan saat itu juga susah,’’ ujar Indah kepada wartawan.
Setelah berusaha mencari kerja dan tak kunjung dapat, ia akhirnya memutuskan pulang kampung di Malang.
Namun, siapa sangka, ia mendapatkan inspirasi memulai usaha produksi tas anyaman plastik.
”Kebetulan setelah pulang kampung, di sana banyak saudara yang memproduksi tas anyaman berbahan limbah tali plastik atau polyester strapping band. Akhirnya kami mencoba belajar menganyam tas,’’ terangnya.
Berbekal kemampuan belajar di kampung halamannya, ia mencoba memulai usaha sendiri bersama suaminya di Jombang.
Tak menunggu waktu lama, ia langsung belanja bahan yang diperlukan dan dengan mengombinasikan motif yang unik.
”Begitu pulang saya belanja bahan baku dan menganyam sendiri bersama suami. Hasilnya kemudian saya titipkan di toko-toko terdekat,” jelas dia.
Menurutnya, untuk membuat tas anyaman plastik tidak terlalu sulit. Asal telaten dan mau belajar, pasti bisa.
Selain itu, tidak membutuhkan banyak alat dan bisa dikerjakan di waktu-waktu senggang.
”Kalau sudah ngerti tekniknya tidak akan kesulitan, hanya saja butuh telaten,” tandasnya.
Selain itu, ia juga memasarkan produk tas anyaman plastinya secara online.
”Saya pasarkan melalui berbagai media online, Alhamdulillah responsnya lebih bagus,” jelas dia.
Indah mematok harga tas anyaman dengan harga terjangkau mulai Rp 5.000 untuk ukuran paling kecil hingga Rp 20.000 untuk ukuran besar.
”Semua jenis harganya sama, yang membedakan hanya ukuran besar dan kecilnya barang,’’ tandasnya.
Dalam sebulan, Indah bersama suaminya berhasil meraup pendapatan sekitar Rp 3 juta.
Ia menyebut jumlah itu sudah bersih dikurangi biaya bahan dan tenaga.
”Sekarang jualan tas anyaman bisa dapat Rp 4 juta sampai Rp 3 jutaan tiap bulan, itu sudah bersih,” pungkasnya (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW