Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pria di Jombang ini Masih Bertahan dengan Usaha Anyaman Rotannya, Produknya Unik Banget

Anggi Fridianto • Senin, 28 Agustus 2023 | 12:36 WIB

 

 

Maarif, warga Dusun Tambakberas, Desa Tambakrejo, Kecamatan/Kabupaten Jombang saat menyelesaikan pesanan anyaman rotan dirumahnya
Maarif, warga Dusun Tambakberas, Desa Tambakrejo, Kecamatan/Kabupaten Jombang saat menyelesaikan pesanan anyaman rotan dirumahnya

JOMBANG - Keuletan Maarif, warga Dusun Tambakberas, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang patut dicontoh. Sejak merintis usaha pembuatan kerajinan rotan 2012 lalu, usahanya terus berkembang meski harus bersaing dengan produk pabrikan berbahan sintetis. 

Jemari Maarif begitu lihai saat menganyam rotan di rumahnya di Desa Tambakrejo, Jumat (25/8) siang.

Untaian rotan yang telah dipotong kemudian dibentuknya menjadi bola-bola lampion unik. Itulah segelumit aktivitas Maarif saat menyelesaikan pesanan produk lampion.

Lampion yang telah dibuatnya itu, adalah pesanan dari seorang pelanggan dari Kabupaten Mojokerto.

”Ini buat lampion untuk kafe outdoor dari pelanggaran Mojokerto,’’ terangnya sembari melanjutkan aktivitasnya siang itu.

Ia mengaku, produk kerajinan rotan sampai saat ini masih banyak diminati. Namun, permintaan produk tak setinggi tahun lalu. ”Kendalanya banyak pelanggan yang beralih ke produk berbahan sintentis pabrikan,’’ terangnya.

Ia menyebut, produk berbahan sintetis yang dimaksud Maarif, mudah ditemui dengan beraneka model di toko-toko online.

Bahkan, harganya mereka berani memasarkan di bawah anyaman kerajinan rotan. Meski begitu, Maarif mengaku tak pernah patah semangat.

Untuk menyiasati itu ia membuat anyaman dengan aneka ragam model dan ukuran. Mulai tempat souvenir, hantaran, vas bunga, cermin estetik, hingga rak buku dan meja televisi.  ”Ya saya bikin model terbaru dan kekinian,’’ jelas dia.

Dalam membuat kerajinan rotan itu, Maarif mengawali aktivitasnya dengan memotong rotan dengan beberapa ukuran. Kemudian, ia sejenak melihat model yang akan dibuat.

Selanjutnya ia mulai mengayam sesuai desain yang direncanakan. ”Kebanyakan saya mulai dari bagian bawah dulu,’’ tandasnya.

Ia mengatakan, harga bahan baku rotan kini mulai naik. Tahun lalu, ia mendapat dari seorang penjual rotan Rp 18.000 sampai Rp 20.000 per kilogram (kg).

Namun kini Rp 25.000 per kg. Meski harga naik, ia mengaku tetap menjual aneka produk kerajinannya dengan harga yang terjangkau mulai Rp 5.000 sampai Rp 100.000. ” Untuk harga tergantung bentuk dan model,’’ jelas dia.

Untuk pemasaran kerajinan produk rotannya, Maarif memanfaatkan pasar online. Menurutnya, itu lebih gampang dan bisa menjangkau area yang luar.

”Pemasaran rata-rata lewat online. Biasanya yang sudah langganan mulai Magelang, Bekasi dan luar kota,’’ pungkasnya. (ang/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#lampion #Jombang #kerajinan #anyaman rotan