JOMBANG - Sampah rumah tangga bisa disulap menjadi miniatur keren oleh Aji Wahyu Santoso, 24, warga Dusun/Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh. Produk kerajinan remaja lulusan SMK ini bahkan berhasil menembus pasar mancanegara.
Beberapa deretan miniatur sepeda tertata rapi di rumah sederhana di Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh siang itu. Ada model sepeda lipat, sepeda MTB, sepeda listrik hingga jenis paling langka merek brompton.
Namun, siapa sangka jika miniatur itu rupanya dibuat dari bahan bahan sampah rumah tangga. Seperti PVC bekas, sandal, tembaga dari kabel sampai kartu seluler bekas yang tak terpakai.
”Saya mulai membuat miniatur sepeda ini sejak 2016. Awalnya terinspirasi dari memanfaatkan sampah rumah tangga yang tidak terpakai untuk menjadi kerajinan yang bernilai ekonomis tinggi,’’ ujar Aji kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin, (20/8).
Bahan-bahan sampah atau limbah yang dimaksud di antaranya, PVC bekas, spons sandal maupun bahan-bahan lain. ”Ada banyak jenisnya, terutama bahan yang yang elastis untuk komponen sepeda,’’ tambahnya.
Usaha Aji membuat kerajinan miniatur sepeda tak semudah yang dibayangkan. Awalnya, ia sempat kesulitan memasarkan kerajinannya karena keterbatasan modal.
”Saya dulu awalnya saya pasarkan di car free day (CFD) dengan media sosial. Tapi alhamdulillah tujuh tahun saya tekuni sekarang sudah mulai paham pasar,’’ jelas dia.
Saat ini, lanjutnya, pemasaran kerajinan miliknya mayoritas menyasar ke pasar mancanegara. Mulai Amerika, Eropa, dan Asia.
Ia mengaku, para penghobi sepeda di luar negeri sangat menyukai jika sepeda kesayangnya memiliki miniatur yang dipajang di rumah mereka. ”Ada juga yang untuk kado maupun miniatur di rumah mereka,’’ tambahnya.
Dalam seminggu,ia bisa mengirim hingga 10 buah kerajinan ke luar negeri. Diakui, permintaan miniatur sepeda di pasar luar negeri memang cukup tinggi. ”Ya terutama sepeda balap dan sepeda lipat,” jelas dia.
Aji mengatakan, harga satu produk miniatur untuk pasar luar negeri lumayan tinggi, mulai 85– 200 dolar tergantung ukuran dan tingkat kerumitan. Nilai itu jika dirupiahkan berkisar antara Rp 1- Rp 3 juta.
”Tapi kalau untuk harga rupiah juga beda. Misalnya, untuk miniatur sepeda saya jual Rp 500 ribu, sepeda motor Rp 750 ribu, dan motor sekitar Rp 1 jutaan,’’ pungkasnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW