JOMBANG - Robiah, 75, sudah puluhan tahun menggeluti usaha kerajinan gerabah tradisional. Selain cuwo, ia juga membuat aneka gerabah lain seperti cobek dan beberapa lainnya.
Kemampuannya mengolah tanah menjadi gerabah tradisional, juga ia dapat secara turun temurun. Orang tuanya, mengajarkan keterampilan ini kepadanya.
Tak banyak yang bertahan dengan bisnis gerabah tradisional sepertinya di Jombang. Namun Robiah tetap konsisten menekuni usaha warisan keluarganya itu.
”Ini sudah ada sejak orang tua saya dulu,” ujar dia saat dikunjungi Jawa Pos Radar Jombang.
Hal yang sama pun ia lakukan. Sepanjang proses produksi kerajinannya itu, ia kini juga dibantu anaknya. Meski tak menghasilkan banyak rupiah, produksinya itu cukup untuk memenuhi kebutuhannya.
Bisa dilihat, harga gerabah khususnya cuwo buatannya itu hanya dipatok harga sebesar Rp 5.000.
Harga itu tak berubah sejak puluhan tahun lalu. ”Untuk harga dari dulu Rp 5.000 per buah,” terang Robiah, 75, kemarin.
Sedangkan untuk pemasaran, selama ini Robiah masih mengandalkan getok tular atau dari pelanggan satu ke pelanggan yang lain.
”Pemasaran ya lewat orang-orang,” imbuhnya. Seiring berkembangnya zaman, anak sulungnya kini juga memasarkan produk lewat online. ”Ya, dibantu juga anak saya lewat Facebook itu,’’ pungkasnya
Soal harga, ia tak berani menaikkan terlalu jauh dari harga biasanya. Sebab, jika dinaikkan dikhawatirkan pelanggan memilih barang pabrikan yang lebih terjangkau. ”Ya memang tantangannya banyak produk pabrikan,” singkatnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW