JOMBANG – Suliani, 50, warga Dusun Balongombo, Desa Talunkidul, Kecamatan Sumobito berhasil berhasil mengolah daun talas menjadi tembakau alternatif. Bahkan, produknya sudah jadi salah satu komoditas ekspor.
”Saya jual kepada pengepul, kata mereka untuk diekspor, sebagai bahan rokok juga,” terang Suliani kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Layaknya mengolah daun tembakau, siang itu terlihat sejumlah ibu-ibu tengah sibuk memilah dan menata tumpukan daun talas. Di sudut lain, terlihat salah satu pria sibuk merajang daun talas menggunakan mesin rajang.
Beberapa orang lainnya menjemur daun talas yang sudah dirajang menggunakan papan bambu di bawah terik matahari. ”Prosesnya memang seperti memproses daun tembakau,” terangnya.
Suliani mengaku baru sekitar sudah tiga tahun terakhir menekuni usaha ini bersama suaminya, Miftahul Ulum.
”Dulu awalnya membuka di Banjarsari, Bandarkedungmulyo, terus dua tahun di sana, memilih pindah ke sini karena kurang karyawan,” lanjutnya.
Sebelum dijual, daun talas diolah dulu seperti tembakau. Dimulai dari mendatangkan bahan baku, yakni daun talas atau lompong. Setelahnya daun-daun tersebut dipilah. ”Daun itu awalnya harus didiamkan dulu, paling tidak 3-4 hari, sampai menguning warnanya,” lanjutnya.
Setelah menguning dan layu, daun-daun itu kemudian dirajang layaknya tembakau. Proses merajang daun talas bisa dengan cepat lantaran terbantu dengan alat rajang.
”Setelah dirajang masih harus dipilah, yang kuning lanjut proses, yang masih hijau disendirikan,” imbuhnya.
Rajangan daun itu, kemudian harus diproses oven. Dalam proses inilah, beberapa bahan tambahan seperti rempah, serbuk kayu nangka hingga beberapa serbuk lain ditambahkan.
“Pengovenannya juga pakai belerang, ini dilakukan agar tembakau nanti lebih awet dan tidak berjamur,” rinci Suliani.
Proses ini biasa dilakukannya semalaman. Keesokan harinya, rajangan daun itu dijemur di bawah terik matahari. Penjemuran dilakukan untuk mengurangi kadar air. “Setelah siap, baru dipacking dan dijual,” lontarnya.
Untuk memenuhi pesanan, Suliani memberdayakan sejumlah warga sekitar. Setiap satu kilogram rajangan daun talas kering harganya di kisaran Rp 25 ribu.
Untuk pemasaran Suliani tak perlu bingung, pasalnya sudah menjali kerja sama dengan sejumlah pengepul.
”Ada dari Jombang, Malang hingga Surabaya. Harganya naik turun, tapi kisarannya Rp 25 ribu per kilo akhir-akhir ini,” pungkasnya. (riz/naz/riz)
Editor : Achmad RW