Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pemuda Asal Jogoroto Jombang Sulap Bambu Jadi Aneka Miniatur Ciamik

Achmad RW • Rabu, 14 Juni 2023 | 13:00 WIB
M Idris sedang membuat kreasi miniatur kapal yang dibuat dari bahan bambu
M Idris sedang membuat kreasi miniatur kapal yang dibuat dari bahan bambu
JOMBANG - Di tangan M Idris Hanafi, 29, bambu bisa menghasilkan kreatifitas yang mendulang rupiah. Bentuknya macam-macam, mulai miniatur kapal, joglo, kincir air dan beragam kreasi lain.

Idris, begitu sapaan akrabnya, tampak santai dengan rutinitas yang dijalani setiap hari. Dalam beberapa tahun terakhir, warga Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto ini membuat berbagai macam miniatur. Mulai kapal perang, bangunan joglo, kincir air dan berbagai kreasi lain. Semua terbuat dari bambu. Tidak ada campuran bahan kayu atau bahan-bahan yang lain.

Sebenarnya, rutinitas itu dijalani tanpa sengaja. Maklum,  sebelumnya Idris adalah driver ojek online (ojol). Namun setelah berhenti dari driver, bapak satu anak ini mulai banting setir dengan membuat karya dari bambu. Kebetulan, di belakang rumahnya, ada rumpun bambu cukup lebat dan tumbuh subur.

"Akhirnya saya menggunakan bambu untuk kreasi dan hasilnya cukup bagus," katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Jombang, kemarin. Jenis bambu yang digunakan tidak sembarangan. Yakni bambu petung.

Menurutnya, ada perbedaan karakter antara bambu biasa dengan bambu petung. Bambu petung mempunyai serat lurus sehingga mudah disambungkan dengan bagian yang lain. Bambu petung juga berminyak hingga tampilan yang dihasilkan terlihat lebih natural.

"Kalau bambu petung karakternya semakin lama akan semakin kuat. Sementara bambu biasa tidak begitu. Seratnya tidak lurus sehingga susah dibentuk," ucapnya. Bambu-bambu itu didapatkan secara cuma-cuma di belakang rumahnya. Kapan saja bisa diambil menyesuaikan kebutuhan.

Selain bambu sebagai bahan utama, ada sejumlah peralatan lain yang dibutuhkan. Seperti golok, sabit, pisau, lem, clear dan peralatan lain yang ia buat sendiri. "Membuat miniatur dengan ukuran besar biasanya selesai tiga hari atau bahkan seminggu. Tergantung kesulitannya. Kalau yang ukuran kecil, sehari bisa bikin tiga karena bikinnya sering malam hari," terangnya.

Untuk setiap miniatur yang dibuat, Idris membanderol mulai harga Rp 25 ribu hingga jutaan rupiah. Harga tersebut sesuai dengan ukuran dan kerumitannya. "Dalam sebulan rata-rata bisa mendapat keuntungan sekitar Rp 5 juta," ucap dia.

Order yang datang kepadanya tidak hanya berasal dari lokal Jombang, namun menyebar dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Sulawesi, Sumatera, Kalimantan hingga Papua. "Kalau untuk pemesanan, kami siap melayani apapun yang terbuat dari bambu," pungkasnya. (yan/bin/riz) Editor : Achmad RW
#Jombang #features #Mayangan #miniatur #Jogoroto #Kerajinan Bambu #Kerajinan Tangan