Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pasutri di Jombang Panen Cuan Gegara Bikin Tas dari Limbah Tali

Achmad RW • Senin, 15 Mei 2023 | 14:20 WIB
Proses pembuatan tas dan keranjang dari limbah tali plastik pet dengan menganyam. Tas ini, bahkan telah mampu dijual hingga luar daerah.
Proses pembuatan tas dan keranjang dari limbah tali plastik pet dengan menganyam. Tas ini, bahkan telah mampu dijual hingga luar daerah.
JOMBANG – Beragam cara memanfaatkan limbah menjadi barang berharga. Seperti dilakukan Indah Wahyuni dan Juni Handoko. Pasutri asal Desa Plandi, Kecamatan Jombang ini memanfaatkan limbah tali pet atau plastik menjadi tas hingga keranjang sampah.

Tumpukan tas yang masih setengah jadi terpampang di halaman rumah Indah di gang satu Dusun Parimono. Warnanya beragam, hitam, hijau dan putih. Keranjang sampah berukuran besar juga menghiasi sudut rumah. ’’Setiap hari saya membuat tas dan keranjang sampah,’’ kata Indah.

Dia sudah satu setengah tahun menekuninya. ’’Awalnya coba-coba. Suami punya bakat menganyam, lalu cari bahan, ternyata laku,’’ imbuhnya.

Bahan utama yang digunakan, limbah tali plastik. Biasanya digunakan sebagai temali bahan bangunan. Mulai dari keramik, hingga semen. ’’Dapatnya dari rosok, dan kadang toko bangunan. Talinya dibuang terus kita beli dengan harga murah,’’ terangnya.Limbah tali itu didapat dari Jombang dan Mojokerto.

Proses awal pembuatannya, tali itu dipotong sesuai ukuran ’’Setelah itu diluruskan, karena dapatnya dalam kondisi tidak teratur. Ada yang bengkok dan pecah,’’ tutur wanita berusia 41 tahun ini.

Setelah tali lurus, dilanjutkan proses penganyaman. Biasanya dilakukan sang suami. Baik untuk keranjang maupun tas dikerjakan secara manual. ’’Nganyamnya sesuai bentuk atau permintaan,’’ ucapnya.

Tahap terakhir, memberi dua gagang pada keranjang ataupun tas. Setiap gagangnya dilapisi potongan selang.

’’Khusus untuk tas, kadang tidak pakai limbah pet, tapi beli bahan langsung dari pabrik di Malang,’’ ujar Indah.

Dalam sehari dia bisa menghasilkan minimal 10 tas hajatan. Sehari-hari, dia dibantu tiga orang anggota keluarganya. ’’Keranjang sampah lebih sulit, karena bahannya agak kaku. Sehari dapat dua keranjang, itupun tergantung ukuran,’’ ungkap Indah.

Ada lima macam barang yang dihasilkan dari anyaman limbah. ’’Selain tas dan keranjang sampah, juga pot bunga, bakul atau tempat nasi, tas hampers serta besek buat hajatan,’’ bebernya.

Bentuknya juga beragam, tergantung pesanan pelanggan. Harganya terbilang murah. Untuk tas berukuran kecil Rp 10.000. ’’Tas besar Rp 35.000, sedangkan keranjang sampah kecil Rp 15.000, yang jumbo bisa sampai Rp 80.000,’’ urainya. 

Diminati hingga Luar Pulau

TAS dan keranjang sampah bikinan Indah Wahyuni banyak diminati. Setahun terakhir, dia mendapat pesanan dari Jakarta hingga Bangka Belitung.

’’Awalnya dulu jual ke kampung-kampung, terus coba posting ke medsos ternyata banyak yang pesan,’’ kata Indah Wahyuni.

Terbaru, dia harus membikin puluhan keranjang berukuran besar. Rencananya akan dikirim ke Bangka Belitung. Sebab, keranjang bikinannya terbilang multifungsi. Tak hanya dipergunakan sebagai tempat sampah. ’’Ada yang pesan banyak  mau dibuat tempat panen merica,’’ imbuhnya.

Keranjang tak hanya dipasang dua gagang, tapi juga diberi penutup. Lalu sudutnya dikasih tali selempang.

Sebelumnya, sempat ada pelanggan yang meminta agar membuat keranjang ukuran besar untuk pot bunga.

Mayoritas penjualannya mengandalkan pesanan. Maklum, selama ini dikerjakan manual, dengan mengandalkan tiga anggota keluarga. ’’Dibantu adik sama suami,’’ ucapnya. (fid/jif/riz) Editor : Achmad RW
#Limbah Tali #Produsen #Jombang #Manfaatkan Limbah #Usaha KReatif #Produk Kreatif #UMKM #Jombang Banget