Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pria di Jombang Kreasikan Daun Kering Jadi Dekorasi Rustik yang Ciamik

Achmad RW • Senin, 6 Maret 2023 | 14:30 WIB
Firdaus Hakim, sedang menata hasil karya dekorasi rustik di rumahnya.
Firdaus Hakim, sedang menata hasil karya dekorasi rustik di rumahnya.
JOMBANG – Firdaus Hakim, 27, warga Desa Kedungpari, Kecamatan Mojowarno berhasil menyulap daun kering jadi kerajinan bernilai jual tinggi. Bahkan, dari usaha itu, ia bisa meraup omzet hingga puluhan juta rupiah setiap bulan.

Ia menyulap aneka daun kering, untuk diolah menjadi aneka kerajinan. Setiap hari, ribuan daun ia keringkan dengan cara dijemur di samping rumah. ’’Yang besar ini daun palem sadeng. Datang basah, kemudian dijemur sampai kering. Biasanya selama tiga hari,’’ ungkapnya.

Daun tidak dikeringkan langsung. Khusus untuk jenis palem sadeng, Firdaus biasanya membentuknya terlebih dahulu. Agar lebih mudah ditata ketika sudah kering. ’’Cuma dipotong saja, dibentuk hati. Tangkainya dibiarkan panjang,’’ jelasnya.

Firdaus juga mengolah dedaunan lain. Seperti pampas bulu, pampas lokal tanpa bulu, pampas rayung dan daun lamuran. Ada juga bunga cantel sorgum, bunga edelweis dan daun sikas mawar jambe. Hingga akar manon yang berasal dari tanaman jenis rerumputan yang menjalar.  ’’Semua dedaunan kita proses dengan cara dikeringkan. Sebagian kita proses dengan pewarna seperti bunga cantel sorgum dan rayung,’’ imbuhnya.

Ia membiarkan hampir seluruh daun kering alami. Tak perlu ditambahkan pewarna. Hanya beberapa daun saja yang perlu tambahan unsur lain agar kelihatan menarik. ’’Tidak pakai vernis, dibiarkan alami, lebih bagus warnanya nanti,’’ tambahnya.

Semua jenis dedaunan tersebut dibuat untuk dekorasi rustik atau dekorasi bunga kering. ’’Biasanya untuk dekorasi interior rumah, dekorasi pernikahan juga untuk dekorasi studio foto,’’ kata Firdaus.

Bunga yang sudah kering itu, kemudian dirangkai dan dipasangkan dengan vas. Hasilnya pun ciamik, daun kering itu juga jadi bernilai tinggi. Bunga kering kreasi Firdaus biasa dijual satuan maupun dalam bentuk paket yang sudah dirangkai dalam vas bunga.

Harga satuan daun palem kering dibandrol Rp 15 ribu untuk ukuran 40-45 cm. Rp 12 ribu ukuran 30-35 cm dan Rp 8 ribu ukuran 20-25 cm.

Sedangkan, pampas bulu dibandrol Rp 28 ribu untuk12 batang. Pampas lokal tanpa bulu Rp 34 ribu untuk 12 batang. Pampas rayun Rp 30 ribu untuk 21 batang dan daun lamuran Rp 7 ribu perbatang.

Kemudian bunga cantel sorgum dijual seharga Rp 2.500 satu ikat berisi lima batang. Bunga edelwis Rp 15 ribu, daun sikas mawar jambe Rp 4 ribu satu batang dan akar manon Rp 13 ribu isi 100 batang. ’’Yang paling diminati biasanya satu set yang sudah kita rangkai dalam vas bunga. Harganya mulai Rp 150-280 ribu, tergantung isi daun keringnya,’’ bebernya.

Dijual Online, Peminatnya Hingga Luar Pulau

FIRDAUS  baru tiga tahun ini membuat sendiri dekorasi rustik daun kering. Sebelumnya, ia hanya berjualan daun kering dengan sistem dropship atau menjual produk ke pelanggan dari pemasok  sembari bekerja di salah satu jasa ekspedisi barang.

’’Awalnya dulu cuma mengeringkan terus dikirim ke orang, lama-lama tertarik untuk membuat sendiri dan hasilnya lumayan, akhirnya keterusan,’’ lontarnya.

Saat ini, ia telah menuai hasil kerja kerasnya. Dalam sehari, ia mampu menerima orderan hingga 500 pesanan. Baik berupa satuan daun kering ataupun paket lengkap dekorasi daun kering. ’’Kita pasarkan lewat online, melalui beberapa marketplace’’ ucapnya.

Karena itu pula, ia kerap dapat pesanan dari dalam maupun luar kota bahkan luar pulau. Seperti Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya, Batam, Kalimantan hingga Papua. ’’Omzet masih kecil, sekitar Rp 40-50 juta setiap bulan,’’ ungkapnya. (riz/jif/riz)

 

  Editor : Achmad RW
#Jombang #Dekorasi Rumah #kerajinan #UMKM #Dekorasi rustik #Daun kering'Hiasan #Jombang Banget