Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Uniknya Kerupuk Uyel Jumbo dari Segodorejo, Ukurannya Sampai Setengah Meter

Achmad RW • Kamis, 5 Januari 2023 | 13:00 WIB
pekerja di rumah Susilo Edi Cahyono  sedang mengangkat kerupuk yang telah dijemur
pekerja di rumah Susilo Edi Cahyono sedang mengangkat kerupuk yang telah dijemur
JOMBANG - Dusun/Desa Segodorejo, Kecamatan Sumobito, sudah lama terkenal sebagai sentra pembuat kerupuk uyel. Banyak warga memilih usaha yang menguntungkan ini. Tak hanya kerupuk uyel biasa berukuran kecil, pembuat juga menerima pesanan khusus berukuran jumbo.

Di dusun ini, krecek kerupuk uyel setengah jadi terpampang di halaman depan hampir rumah warga. Sebagian berada di pinggir jalan untuk dijemur setelah proses cetak. Hampir di beberapa halaman rumah, nampak krecek kerupuk berwarna putih itu dijemur berjajar.

Di tempat lain, sejumlah pekerja terlihat sibuk menata krecek di teras rumah. Beberapa di antaranya, mengangkat karung berisi krecek ke dalam rumah. ”Saya sudah memproduksi kerupuk ini sejak 1993 lalu, meneruskan usaha ayah,” ujar Susilo Edi Cahyono salah satu pembuat kerupuk uyel.

Kerupuk yang sehari-hari diproduksi itu memang kerupuk uyel biasa. Tapi, bapak empat anak ini sering membuat kerupuk uyel berukuran jumbo. ”Biasanya kerupuk jumbo ukuran diameter mencapai 50 sentimeter,” katanya.

Hanya saja, kerupuk yang dibuat dengan cetakan khusus itu tidak dibuat setiap hari. Semua dikerjakan saat ada pesanan masuk. Karena memang proses pembuatannya lebih lama.  ”Biasanya dipesan waktu hajatan. Kalau hari-hari biasa memang tidak produksi,” beber dia.

Dikatakannya, proses pembuatan kerupuk uyel jumbo hampir sama dengan kerupuk uyel umumnya. Kecuali cetakan kerupuk disiapkan dengan ukuran lebih besar. ”Biasanya cetakannya sebesar tutup kaleng susu. Itu diameternya kalau tidak salah 20 centimeter. Tapi setelah digoreng mekar menjadi besar,” imbuhnya.

Untuk harga jual, Edi mengaku dengan harga bijian. Satu biji kerupuk uyel jumbo biasanya dijual dengan harga Rp 5 ribu. ”Kalau kerupuk berukuran kecil jualnya kiloan. Untuk krecekan Rp 14,500 per kilogram, tapi kalau sudah digoreng Rp 26 ribu per kilogram,” ungkap dia.

Pada musim hujan seperti sekarang ini proses produksi tak serenyah kerupuknya. Karena, kurang terik matahari. Sehingga penjemuran hanya mengandalkan oven. ”Kalau cuaca seperti ini ongkos produksinya menjadi naik karena  biaya oven. Rata-rata satu hari mengeluarkan Rp 100 ribu untuk menyalakan oven,” bebernya.

Senada juga disampaikan Hari pembuat kerupuk uyel lain, yang menyebut proses penjemuran yang panjang sampai benar-benar kering, bakal berimbas pada kualitas kerupuk. “Kalau belum benar-benar kering, waktu digoreng tidak bisa ngembang. Makanya sekarang terkadang ada yang mimpes,” terangnya.

Produksi kerupuk uyel di tempatnya tak berhenti meski musim hujan. Hanya saja, proses penjemuran  butuh waktu lebih lama lagi karena tidak ada sinar matahari. Proses penjemuran minimal membutuhkan waktu dua hari. “Lihat cuacanya, kalau mendung tidak ada panas lagi, ya besoknya tetap dijemur,” tambah dia.

Tentu saja, penambahan waktu penjemuran itu berdampak pada proses yang lain. Biasanya dirinya dalam sehari bisa memproduksi 2,5 kwintal krecek uyel. Kini, hanya 2 kwintal. “Sehari biasanya bisa digoreng semua, sekarang yang sudah kering saja,” terangnya sambil menata kerupuk.

Ada lebih dari lima pekerja yang ikut proses pembuatan kerupuk miliknya dengan tugas berbeda-beda. Adonan dibuat pagi, terus dicetak baru dijemur. “Kalau gorengnya lebih banyak sore,” beber Hari.

Ia menambahkan, hasil produksi kerupuk uyel miliknya itu tidak semua digoreng di tempat produksi. Banyak krecek kerupuk uyel yang dijual mentah, menyesuaikan pesanan masuk. “Tapi siap digoreng. Makanya itu harus benar-benar kering waktu dijemur, supaya kerupuk saat digoreng bisa mengembang,” pungkasnya. (yan/bin/riz) Editor : Achmad RW
#Kerupuk uyel #Jombang #Sumobito #kerupuk #features #kampung kerupuk #sentra kerupuk #Segodorejo #Kerupuk Uyel Jumbo