Nia Septianingsih, adalah salah satu pembuat olahan tahu ini. Ia, sudah memproduksi aneka olahan tahu sejak 2016 lalu. ’’Awalnya hanya menjualkan saja. Tapi kemudian mempunyai ide untuk membuat sendiri,’’ katanya.
Sekarang ini, usaha tahunya semakin besar. Ini tak lepas dari rasa tahu olahannya yang berbeda dengan lainnya. Tahu susu olahannya dikenal gurih dan sangat lembut di dalam. Rahasianya, adalah bumbu rahasia karyanya sendiri. ’’Untuk membuat tahu susu, saya tidak hanya merendamnya dengan bumbu,’’ ujarnya.
Selain itu,untuk mengolah tahu susu, ia memasaknya terlebih dahulu. ’’Benar-benar dimasak lagi tahunya dengan dicampur bumbu. Sehingga bumbu meresap ke dalam,’’ tuturnya.
Begitu juga dengan olahan tahu-tahu lainnya. Dia menggunakan bumbu racikan sendiri untuk memperoleh rasa yang khas. ’’Untuk tahu bawang hanya direndam dengan bumbu beberapa jam,’’ ungkapnya.
Setelah itu, tahu dikemas dalam mika berukuran besar. Dalam satu hari dia bisa memproduksi 2.000 mika. ’’Masing-masing tahu 500 mika,’’ katanya. Yakni tahu susu, tahu bawang, tahu kuning dan tahu pong.
Penjualan Tembus Papua
Gurihnya tahu olahan Nia Septianingtias sudah tidak diragukan lagi. Pemasarannya tak hanya di Jombang, namun juga luar kota. Bahkan hingga Papua dan Bali.
’’Pesanan juga banyak dari Jakarta, Bandung, Pacitan dan Situbondo,’’ katanya. Selain terkenal gurih, tahu olahannya juga dibandrol dengan harga yang terjangkau.
Tahu susu dihargai Rp 15 ribu per mika. Tahu bawang Rp 10 ribu per mika. Tahu pong Rp 15 ribu dan tahu kuning Rp 8 ribu per mika. ’’Per mika isi 50 potong tahu,’’ ujarnya.
Meski ada kenaikan harga kedelai, dia tidak menaikkan harga atau mengurangi isi. ’’Kalau harga naik takutnya akan mengurangi penjualan. Karena apa-apa sudah mahal,’’ ungkapnya. (yan/jif/riz)
Editor : Achmad RW