’’Ide ini muncul setelah melihat banyaknya galon yang tertimbun di bank sampah Kelurahan Kaliwungu,’’ ungkapnya.
Dia lantas berinisiatif membuat pot bunga berbahan galon bekas. Sehingga bisa menghasilkan pot bunga bernilai jual tinggi. ’’Saya sudah menekuni usaha pembuatan galon bekas ini sejak dua tahun terakhir,’’ ucapnya.
Untuk membuat galon itu bernilai jual tinggi, Adi Kusuma menambah dengan lukisan-lukisan yang disukai anak-anak. Misalnya karakter kartun dan animasi yang populer. Warnanya pun dipilih yang lebih ngejreng agar semakin menarik perhatian. ’’Ini kita buat dalam berbagai jenis. Mulai pot biasa, pot gantung hingga pot susun yang terdiri dari tiga jenis,’’ tambahnya.
Setelah disulap jadi lebih cantik, otomatis harga jual pot bunga juga meningkat. Adi mengaku, mendapatkan galon bekas dengan harga yang terjangkau. Sekitar Rp 3 ribu per galon. Sedangkan ia menjual satu biji pot Rp 20-30 ribu tergantung tingkat kesulitan. ’’Saya beli galonnya kiloan. Setelah kita olah kemudian kita jual sesuai pasaran,’’ jelasnya.
Dijual Lewat Media Sosial
SEMENTARA itu, Adi Kusama mengandalan media soisal untuk mempromosikan pot bunga yang dibuatnya. ’’Pemasaran kami melalui media sosial. Semua platfom media sosial saya gunakan,’’ katanya.
Agar dikenal masyarakat, Adi Kusuma juga menaruh hasil kreasinya di rumah. ’’Biar orang di lingkungan sekitar tahu pot buatan saya,’’ ungkapnya. Saat ini, pemesannya masih dari sekitar Jombang. Pemesannya sudah banyak meski hanya lokalan. ’’Alhamdullilah pesanan sudah mulai meningkat,’’ bebernya.
Selain diolah jadi pot, Adi Kusuma juga melayani pembuatan lampion dari galon bekas. Bentuknya hampir sama, hanya beda pemanfaatannya. (yan/jif/riz)
Editor : Achmad RW