Umi terinspirasi memanfaatkan bahan limbah berawal dari kesehariannya sebagai guru prakarya di salah satu madrasah di Kecamatan Perak. Sembari mengajar, ia mencoba membuat beberapa desain baju karnaval dari bahan tak terpakai. Baik organik maupun non organik. ’’Awalnya mencoba-coba. Namun lama kelamaan menjadi beberapa koleksi,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (14/8).
Bahan tak terpakai yang ia manfaatkan seperti kulit jagung, bunga tebu, daun nangka dan ranting-ranting pepohonan. Ia juga memanfaatkan limbah non anorganik seperti bekas bugkus kopi kemasan, bungkus mie instan maupun struk ATM bank. ’’Kita manfaatkan bahan-bahan yang tak terpakai. Saya kerjasama dengan PKL,’’ tambahnya.
Kostum karnaval buatan Umi tak hanya ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah tak terpakai. Namun juga awet dan tahan lama. Ada beberapa baju yang sudah lebih dari 10 tahun.
’’Bisa bertahan lama karena saya olah dulu sebelum kita jadikan kostum,’’ ungkapnya. Misalnya kulit jagung. ’’Sebelum digunakan saya rendam di air sitrun. Agar jamur dan ulat mati,’’ jelasnya. Saat pemasangan, menggunakan hair dryer agar bisa dibentuk sesuai keinginan.
Umi butuh waktu hampir satu bulan untuk membuat satu kostum. Mengumpulkan bahan-bahan yang sama sesuai desain butuh waktu. Misalnya kostum dari struk bekas, Umi bekerjasama denga bank dari titik ke titik. ’’Proses pembuatannya juga butuh waktu lama,’’ tandasnya.
Usaha kostum karnaval daur ulang miliknya sempat vakum total selama pandemi. Karena kegiatan karnaval ditiadakan. ’’Sekarang alhamdulillah meningkat,’’ ucapnya.
Selanjutnya...
Dikirim hingga Luar Jawa
MOMENTUM Agustusan menjadi berkah tersendiri bagi Umi Nadiroh, produsen kostum karnaval bahan daur ulang. Sejak memasuki Agustus, sudah ada 50 kostum yang disewa. Itu belum kostum yang dibeli pelanggan dari luar Jawa.
’’Alhamdulillah tahun ini dikirim ke beberapa daerah, baik Jawa maupun luar Jawa. Seperti Kalimantan, Balikpapan, Lampung, Jogjakarta, Sidoarjo maupun Lamongan,’’ terangnya, kemarin.
Umi menambahkan, Agustus ini pesanan sewa kostum untuk keperluan karnaval baik di sekitar Jombang maupun luar Jombang meningkat seratus persen. Karnaval akan berlangsung pekan depan hingga akhir Agustus. ’’Untuk sewa saya sudah keluar 50 kostum,’’ tambahnya.
Pelanggan wilayah Jombang dan sekitarnya hanya dilayani penyewaan. Sedangkan untuk luar Jawa tidak disewa melainkan harus beli satu set kostum. Itu dilakukan karena pertimbangan ongkos kirim yang bisa mencapai Rp 3 juta. ’’Kasihan ongkirnya mahal,’’ paparnya.
Untuk biaya sewa per kostum, Umi menarif berdasarkan model dan bahan kostum. Harganya mulai Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta. ’’Kalau beli satu set Rp 2,5 juta per kostum,’’ ungkapnya. (ang/jif/riz)
Editor : Achmad RW