Banyak bahan yang dipakainya. Mulai dari spons bekas tikar lipat yang dipotong-potong hingga botol minuman plastik. Miniatur yang dia buat mayoritas sepeda motor yang sudah dimodifikasi. ’’Ini buat miniatur motor herex,’’ kata Agam kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Motor herex merupakan motor yang sudah dimodifikasi. Biasanya, motor ini akrab dipergunakan untuk balap. ’’Ini bentuk kecilnya, buat pajangan di rumah,’’ imbuhnya diselingi tawa.
Sudah tujuh tahun dia membuat kerajinan. Tepatnya sejak usia 13 tahun. Awalnya, dia bingung melihat limbah tikar lipat dari spons di rumahnya yang berserakan. ’’Nggak terpakai kan eman, pikiran awal pasti bisa dibuat kerajinan,’’ ujar pria yang kini berusia 20 tahun.
Karena cinta dunia otomatif, khususnya motor, Agam lantas berpikir limbah itu diubah menjadi miniatur motor. Sekali dua kali usahanya belum membuahkan hasil. Masih ada kesalahan yang harus diperbaiki. ’’Di Youtube memang banyak tutorialnya. Cuma ya begitu, praktiknya tidak bisa langsung jadi bagus, pasti ada saja yang kurang,’’ terangnya.
Butuh ketelatenan. Itu yang menjadi dasar Agam untuk terus belajar membikin miniatur motor nyentrik. ’’Akhirnya tahu cara membuat yang baik. Sekarang juga masih belajar terus,’’ tuturnya.
Pekerjaan dimulai dengan membuat ban dan velg. Bahannya, ujung botol minuman plastik dipotong. Kemudian permukaannya dilapisi spons melingkar. ’’Sementara rujinya dari jarum pentul. Rodanya dari spons,’’ bebernya.
Tahap selanjutnya baru membikin rangka motor. Bahan yang dipergunakan juga bekas tikar lipat itu. Dibentuk sedemikian rupa dengan limbah kabel tembaga yang sudah dipotong. ’’Setelah rangka jadi baru dicat. Kemudian buat body motor, seperti tangki, dan jok. Bahannya juga dari spons,’’ terangnya.
Proses selanjutnya membikin mesin motor. Bahan yang digunakan dari kertas karton. Ditumpuk sedemikian rupa, lalu dipotong hingga menyerupai bentuk asli mesin motor. ’’Ini butuh ketelitian dan sabar, karena ukurannya kecil,’’ lanjutnya.
Kemudian membikin variasi motor, mulai dari lampu hingga stir. ’’Terakhir finishing, ini biasanya variasi. Mulai dari pewarnaan yang kecil-kecil, seperti baut dan sebagainya. Ini yang paling jlimet,’’ ungkapnya.
selanjutnya.....
Tak Hanya Buat Miniatur Motor, Ada Juga Miniatur Sparepart
SEMENTARA itu, Brilian Agam Arisoma hanya membikin miniatur motor herex sesuai pesanan. Selain menjual satu unit miniatur, dia juga biasanya ngecer menjual onderdil mini.
’’Ini tidak bisa buat banyak lalu dijual. Soalnya motor herex, biasanya yang dipesan beda-beda,” katanya.
Biasanya pelanggan memiliki motor herex. Kemudian minta dibuatkan bentuk mininya. ’’Yang pesan punya model motor seperti ini, buat miniaturnya ya harus sama begitu. Makanya nggak berani buat banyak, soalnya selera yang pesan beda-beda,’’ imbuhnya.
Agam menggarap hanya ketika ada pesanan. Harganya juga menyesuaikan tingkat kerumitan atau bentuk miniatur. ’’Selama ini paling murah Rp 200 ribu satu unit, dan paling mahal Rp 500 ribu,’’ ujarnya.
Waktu yang dibutuhkan membikin miniatur terbilang lama. Satu unit biasanya butuh waktu hingga tiga minggu. ’’Soalnya yang dibuat ini kecil-kecil, makanya harus benar-benar telaten,’’ lanjutnya.
Selain menjual per unit, tak jarang Agam juga menjual onderdil sepeda motor mini. Mulai dari ban, tangki hingga spions. Relasi antar pecinta miniatur motor itu yang bisa menjual dengan cara ecer. ’’Kadang ada yang hanya butuh ban, otomatis saya jual. Harganya bervariasi, ada yang Rp 20.000-Rp 50.000, tergantung sparepart apa yang dijual,” terangnya.
Para pelanggannya mayoritas dari luar Jombang. Paling jauh dia pernah mengirim ke Jawa Barat. ’’Kalau di Jawa Timur dulu pernah ada pemesan dari Banyuwangi juga. Peminat miniatur motor herex di sini (Jawa Timur, Red) lumayan banyak,’’ ungkapnya. (fid/jif)
Editor : Achmad RW