Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Tali dari Limbah Karung Goni Produksi Jombang yang Tembus Pasar Luar Pulau

Achmad RW • Senin, 27 Juni 2022 | 15:03 WIB
Proses pembuatan tali dari limbah karung goni. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)
Proses pembuatan tali dari limbah karung goni. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)
JOMBANG – Punya tali dari limbah karung goni? Bisa jadi itu berasal dari Dusun Banggle, Desa Dapurkejambon, Kecamatan Jombang. Pembuatan tali disitu sudah puluhan tahun. Jumiran, pemiliknya, generasi kedua yang meneruskan usaha turun temurun dari keluarga. bahkan, pasarnya kini sampai ke luar pulau.

’’Awalnya dari paman sekitar 1970,’’ kata Jumiran. Banyak tumpukan limbah karung goni di samping rumah Jumiran. Ada yang sudah kumel lantaran campur dengan tanah. Ada pula yang benangnya sudah terurai. Karung yang mayoritas warna kecokelatan itu diubah Jumiran menjadi tali.

Sampai sekarang tak ada perubahan signifkan dalam proses pembuatan tali. Sejak dulu sampai sekarang masih dilakukan secara manual. ’’Tahapannya, setelah dapat karung goni, benangnya dicabuti atau diurai,’’ ucapnya. Setelah itu disambung jadi satu. Baru kemudian benang digiling.

Proses pencabutan benang di setiap karung, biasanya dilakukan para ibu rumah tangga. Jumiran memberdayakan tetangga di kanan kiri rumahnya. ’’Sejak dulu ya begini, manual semua,’’ lanjutnya.

Benang yang sudah diurai dari karung itu kemudian dikirim ke rumahnya.  Baru kemudian dilakukan proses pembuatan tali. Dia dibantu dua orang mengerjakannya. Mereka menarik ujung tali dengan panjang sekira 10 meter. Kemudian satu pekerja menyatukan benang satu dengan yang lain sehingga menjadi tali. ’’Tahap ini disebut menggiling,’’ ujarnya.

Memakai alat semacam roda, kemudian diputar. Sehingga, seluruh benang tersambung jadi satu. Setelah benang terkumpul di rumah, lalu disambung dijadikan satu. Baru kemudian digiling. ’’Prosesnya juga manual, gilingannya diputar,’’ tutur lelaki berusia 46 tahun ini.

Setelahnya, tali langsung dikemas menjadi satu ikat. Per ikat ini, biasanya beratnya lima kilogram. ’’Hitungannya per-kilogram,’’ ujarnya. Satu karung goni bekas kacang yang kecil atau setengah kilograman, bisa jadi satu ikat tali.

Untuk mendapat karung goni, saat ini tak seperti dulu. Sebab limbah karung goni sulit didapat. ’’Dulu masih banyak pabrik yang pakai karung goni. Sekarang sudah berkurang,’’ ungkapnya. Dia dapat pasokan karung goni dari tengkulak di Tuban dan Kudus, Jawa Tengah. ’’Karungnya ini bekas dari luar negeri,’’ jelasnya.

Dipakai Sambungan Kapal hingga Tali Pres Tembakau

MESKI makin sudah dicari, permintaan tali dari bekas karung goni masih cukup tinggi. Untuk saat ini, produksinya mengandalkan pesanan. Karena sudah puluhan tahun menekuni usaha itu, Jumiran sudah memiliki pelanggan.

’’Ini saja dapat orderan enam ton,’’ kata Jumiran. Tali miliknya sebagian besar dikirim ke luar Jombang. Paling sering ke Jakarta. ’’Kadang dikirim lagi ke luar pulau Jawa,’’ tuturnya.

Tali itu digunakan untuk sambungan kayu kapal. ’’Biasanya dipakai kapal-kapal tradisional. Bagian antara kayu yang nggak rapat atau masih ada lubang dikasih tali ini lalu dilem,’’ jelasnya.

Tali itu juga digunakan untuk pres daun tembakau. Tembakau yang akan dikirim ke gudang atau pabrik, diikat dengan tali itu. Harga tali tergantung jenis atau macamnya. Paling murah Rp 10.000 per kilogram. ’’Paling mahal Rp 20.000 per kilogram,’’ ucapnya.

Ada tiga macam tali yang diproduksi Jumiran. Tali kasar, halus dan tali tampar. ’’Semua jenis itu tergantung karung goni yang didapat,’’ bebernya. Tali halus berasal dari benang karung yang bagus alias benang yang tak putus. Bentuk talinya juga tak terlalu tebal. Benangnya tak ada sambungan.

Sedangkan tali kasar benangnya disambung. Baru kemudian tahap penggilingan. ’’Tali tampar prosesnya dua kali,’’ katanya. Setelah benang disambung jadi satu, diproses lagi. Sehingga jadi tali tampar. Makanya kelihatan lebih besar dan tebal. (fid/jif/riz) Editor : Achmad RW
#desa Dapurkejambon #Jombang #tali goni #tradisional #tali tradisional #Kerajinan Tangan