Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kue Banjar dari Diwek, Jajan Lebaran Tradisional yang Jadi Kesukaan Gus Dur

Achmad RW • Kamis, 5 Mei 2022 | 15:01 WIB
Photo
Photo
JOMBANG - Selain di Desa Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan, pembuatan kue banjar juga dibuat di Desa Kwaron, Kecamatan Diwek. Kini, produsen salah satu kue yang disukai Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini tak banyak.

Kepulan asap membumbung tinggi, keluar dari salah satu dapur rumah warga di Dusun Blimbing, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, pekan kemarin. Dari sudut rumah sederhana itu, sesekali terdengar suara warga menumbuk beras.

Pok, Pok, Pok begitu bunyi suara mengalir dari balik dinding bambu. Aroma harum langsung menyeruak keluar dari rumah, menyapa siapa saja yang datang. Ya, begitulah bunyi aktivitas warga membuat kue banjar. Kue jadul khas lebaran ini dibuat dengan cara tradisional.

Anis Khomariah, 46, salah satu produsen kue banjar yang masih eksis hingga kini. Di tengah gempuran kue khas pabrikan, ia tetap memproduksi kue banjar yang sudah diwariskan secara turun temurun oleh keluarganya. ”Saya keturunan ke-4 dari nenek,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dijelaskan, kue banjar adalah salah satu jenis kue khas lebaran yang ada turun temurun. Bahkan, di Kecamatan Diwek kue ini kesukaan Gus Dur. ”Kata orang tua saya, kue kering kesukaan Gus Dur,’’ tambahnya.

Ia lantas menyampaikan pembuatan kue banjar yang terbuat dari tepung terigu. Diolah sedemikian rupa mulai dari penumbukan hingga pembentukan kue secara tradisional. Selama proses pembuatan, tidak ada mesin atau alat pencetak modern. Bahkan oven yang dipakai juga tradisional dengan bahan bakar kayu dan arang.

”Itu sebabnya kue banjar ini memiliki cita rasa manis dan gurih yang khas,’’ jelas dia. Hanya saja, proses pembuatan kue banjar ini sangat rumit. Tak heran, tidak semua orang telaten membuat kue banjar. Bahkan lambat laun, produsen kue terus berkurang dan jarang dijumpai.

”Ada yang mencoba buat kue ini tapi banyak yang tidak jadi. Kuenya terlalu keras karena kebanyakan adonan,’’ paparnya. Sejak awal Ramadan, Anis mengaku pesanan kue banjar berdatangan setiap hari. Ia dibantu dua orang harus bekerja keras memenuhi pesanan yang datang setiap hari.

Kini, dia terpaksa menutup order pemesanan lantaran pesanan yang datang terlalu banyak. Anis menutup sementara pesanan karena tidak mampu melayani. ”Harga kue banjar cukup murah Rp 180 ribu per kilogram. Karena banyak yang pesan, sementara saya close order dulu,’’ beber dia.

Ia mengaku, selama Ramadan pesanan kue banjar yang datang ke tempatnya meningkat tajam. Anis mengaku pendapatan yang dihasilkan selama bulan suci Ramadan ini antara Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. ”Alhamdulillah cukup banyak, tapi sekarang close order karena pesanan sudah full,’’ pungkasnya. Editor : Achmad RW
#kue khas jombang #jajanan lebaran #kue banjar