Kue kering masih menjadi suguhan favorit saat Lebaran. Ratna Amiruroh, 36, salah satunya. Setiap hari ia berkutat dengan oven di dapurnya untuk membuat berbagai jenis kue kering.
”Tahun ini tidak seramai tahun lalu, tapi pesanan juga masih banyak," ungkap Ratna, 36, warga Jalan Sultan Agung, Gang 7, No. 9 Jelakombo, Kecamatan Jombang.
Ratna membuat berbagai jenis kue kering. Saat Jawa Pos Radar Jombang berkunjung ke rumahnya, ia sedang sibuk membuat adonan kue kacang. Sembari mengaduk bahan yang sudah disiapkan, Ratna bercerita jika tahun ini pesanan kue kering tidak seramai tahun lalu. ”Teman-teman yang bikin kue kering juga sambatan sama, padahal tahun ini sudah boleh mudik tapi pesanan malah sepi, tapi masih tetap ada saja yang pesan,” ungkap Ratna.
Dalam baskom besar itu, Ratna mencampurkan kacang oven yang disangrai kembali, tepung terigu, gula halus dan garam. Adonan kue kacang dicampurkan menggunakan minyak goreng. "Sebetulnya bisa pakai kacang sangrai saja. Tapi agar lebih enak saya beli kacang cacah oven, saya sangrai lagi lalu diblender," jelasnya.
Ratna membuat kue kacang premium. Bahannya satu banding satu. Artinya tepung satu kilo dicampur dengan kacang satu kilogram. Menurutnya adonan kue kacang bisa dibuat sesuai selera. Ada yang satu banding setengah, ada yang satu banding seperempat. ”Tapi rasanya jelas berbeda," jelasnya.
Tepung, kacang, gula dan garam dicampur hingga merata, diaduk menggunakan tangan hingga tidak ada tepung yang menggumpal. Setelah tercampur rata, kemudian sedikit demi sedikit dimasukkan minyak goreng. Diaduk lagi hingga kalis.
Setelah kalis, Ratna menggunakan tatakan plastik bersih untuk mencetak. Kue kacang dibuat dengan bentuk bulan. Setelah itu ditata dalam loyang yang sudah disiapkan. Baru dipanggang dalam oven menggunakan api sedang. ”Saya mengoleskan kuning telur setelah setengah matang, agak kekuningan gitu, jadi saat sudah matang warnanya masih cantik,” jelasnya. Lama oven kurang lebih 20-25 menit.
Tidak hanya kue kacang, Ratna juga membuat berbagai macam nastar. Ada nastar nanas, nastar keju, juga nastar durian. Untuk nastar, Ratna juga membuat nastar premium. Bahannya mentega, kuning telur, tepung terigu, gula halus, susu bubuk khusus cookie.
Untuk isian nanas dibuat dengan nanas yang dicampurkan dengan gula, sedangkan nastar durian dengan daging durian yang sudah dimasak dengan gula. Sedangkan nastar keju di atasnya diberikan toping keju. Nastar dipanggang dalam oven menggunakan api kecil selama kurang lebih 30 menit. ”Saya juga buat kastengel, bahannya hampir sama dengan nastar, tapi tanpa gula, rasa asin dari kastengel dari kejunya,” jelasnya. Ratna juga membuat cookies oreo, dan kancing.
Hingga kini nastar masih menjadi primadona. Untuk membuat nastar home made dengan rasa premium, Ratna mencoba berulang kali. Menggunakan berbagai jenis merek mentega untuk menemukan rasa yang pas.
Ia sudah mencoba membuat kue kering sejak tahun 2007. Awalnya hanya mencoba untuk dimakan sendiri. Merasa sudah pas ia kemudian sudah berani menjualnya tahun 2008. Namun ia mengaku dulu ia membuat nastar yang biasa saja, tidak menggunakan bahan-bahan premium.
Ia baru tiga tahun terakhir membuat nastar dengan bahan premium. Tentu saja berpengaruh pada harga jualnya di pasaran. Tapi bukannya kabur dan mencari yang lain, pelanggan Ratna dari tahun ke tahun semakin bertambah. Yang lama bertahan, dan banyak pelanggan baru yang berdatangan. ”Nastar yang enak itu tergantung mentega dan telurnya. Bahan hingga besar kecilnya api saat ngoven juga berpengaruh pada rasa dan tekstur,” jelasnya.
Ia mengaku, harga kue kering buatannya tahun ini sedikit naik. Sebab semua bahan baku yang harus dibutuhkan juga naik. ”Harga tetap, hanya isi yang saya kurangi sedikit saja,” jelasnya.
Ia hanya membuat kemasan satu ukuran yaitu 500 gram. Untuk kue kacang harganya Rp 45 ribu. Nastar nanas Rp 55 ribu, nastar keju Rp 55 ribu, nastar durian Rp 70 ribu, kastengel Rp 58 ribu, kue kancing Rp 40 ribu. Cookies oreo Rp 30-40 ribu. ”Kukis oreo yang membedakan bentuk toplesnya,” imbuhnya. Ratna menggunakan toples yang bentuknya tinggi, setelah kue habis, toples masih bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain.
Saat ini, hampers yang banyak digandrungi pelanggan. Isi tiga jenis kue harganya mulai Rp 75 sampai Rp 150 ribu. Dapat tiga jenis cookies, namun kadang juga ditambahkan dengan permen, tergantung budget pelanggan. ”Hampers itu juga sudah dapat tas cantik,” pungkasnya. Editor : M Nasikhuddin