Di dalam kota, ada bioskop Ria yang lokasinya sangat diingat oleh sejumlah generasi yang lahir sebelum 1980-an. Gedung bioskop Ria menempati lokasi strategis di pusat kota. lokasinya hanya berjarak sekitar lima puluh meter sebelah barat Ringin Contong.
Selain bioskop Ria, di dalam kota ada juga Restu Basuki atau Cineplex 21 dan Plaza Theatre. Sementara di pinggiran Jombang, tercatat pernah berdiri Bioskop Satria di Mojoagung dan Brantas Theatre di Ploso.
Bioskop Ria yang awalnya bernama Rex, bersaing dengan Sampoerna Theater. “Sejauh ini dokumen yang sudah kita temukan berupa potongan berita di surat kabar yang terbit tahun 1939. Tercatat nama bioskop Sampoerna Theatre di pusat kota dan Satrija Bioscoop di Mojoagung,” kata Alfian Widi Santoso, penelusur sejarah Jombang.
Beberapa artikel di koran itu memuat jadwal pemutaran beserta judul filmnya. Foto lama Biskop Rex yang bisa ditemukan, berbentuk foto udara akhir Desember 1948, memperlihatkan kondisi utuh gedung bioskop Rex yang berdekatan dengan Ringin Contong.
Foto diambil dari sudut tenggara mengarah ke barat. Dokumentasi foto yang memotret kondisi pusat kota Jombang pada masa revolusi itu dibuat oleh Marine Luchtvaart Dienst Indië (MLD). “Selain foto utuh gedung Rex, ada juga foto udara bioskop Satria Mojoagung yang atapnya terlihat hancur setelah dibakar para pejuang,” lanjut Widi.
Sampai menjelang akhir 1949, nama Rex tetap digunakan. Namun, setelah tahun 1950, seiring dengan program nasionalisasi seluruh aset Belanda di Indonesia, nama Rex Bioscoop diubah menjadi Bioskop Ria sejak 1960-an. Kepopuleran bioskop Ria melegenda bagi masyarakat Jombang. Apalagi setelah bioskop Brantas di Ploso tutup akhir 1970-an. Disusul tutupnya bioskop Restu di Jombang kota. Praktis hanya ada bioskop Ria dan Basuki yang beroperasi di Jombang pada dekade 1980-an.
Namun kini, gedung asli Bioskop Ria sudah hilang. Bangunannya telah berubah menjadi sebuah toko lampu dan elektronik. Begitupun bioskop satria di Mojoagung, bangunannya kini menjadi gedung kosong dan tak terawat. “Bangunan di depan bekas bioskop ini sempat digunakan untuk dealer,” pungkasnya.