Seperti terpantau Jumat (19/3) siang, tak ada satupun pengunjung yang datang. Masuk ke bagian dalam, tak ada aktivitas sama sekali. Hingar bingar pengunjung baik yang menikmati kolam ikan, maupun yang berenang, atau sekadar jalan-jalan, tak terlihat.
Kolam renang yang biasanya diisi air, juga terpantau kosong. Pagar memasuki area kolam juga ditutup. ”Biasanya Kamis memang dikuras,” kata Rono salah satu penjaga kolam.
Sementara itu, di dekat area kolam yang berada di lokasi aliran sumber, air terlihat masih terisi. Gemercik aliran air juga terdengar. Airnya terlihat begitu jernih. Beberapa ekor ikan begitu jelas berseliweran dan berputar mengelilingi kolam.
Di antara kolam renang dan kolam ikan itu terdapat sebuah monumen Pasukan Wanara. Hingga kini, monumen yang terlihat usang itu masih kokoh berdiri, dengan senjata bambu runcing di pundak.
Asisten perhutani (Asper) Bagin Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gedangan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Jombang Iwan Hadi Sunaryo, menyampaikan wana wisata Sumberboto sebenarnya sudah dibuka untuk umum. ”Cuma dengan prokes ketat, mengikuti aturan pemerintah,” katanya saat dikonfirmasi.
Meski demikian, jumlah pengujung yang datang baik hari libur maupun hari-hari biasa, sampai sekarang tak beranjak. Cenderung masih sepi. ”Kalau saat Covid-19 masih tinggi, tetap ditutup,” imbuh dia.
Selama ini, destinasi yang diandalkan dari wana wisata Sumberboto selain dari sumber air juga kolam renang. Termasuk bumi perkemahan. Saat awal pandemi Covid-19, memang tidak ada kegiatan perkemahan. Kondisi itu masih terasa sampai sekarang karena belum ada tanda-tanda kembali ke suasana normal. ”Apalagi yang kemah sekarang sudah jarang,” terangnya.
Karena itulah sejumlah fasilitas yang disediakan di sekitar kolam renang maupun area perkemahan, belum difungsikan kembali. Termasuk kolam renang. ”Sementara kolam renang dikosongkan dulu,” pungkas Iwan. Editor : Rojiful Mamduh