Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Bangunan Kelenteng Bo Hway Bio Mojoagung dari Masa ke Masa

Rojiful Mamduh • Senin, 31 Januari 2022 | 01:08 WIB
Photo
Photo
SEBAGAI salah satu kelenteng yang sudah ada sejak 1900-an, bangunan kelenteng Bo Hway Bio di Kecamatan Mojoagung sudah mengalami beberapa kali rehab. Hal ini terlihat dari tiga foto di zaman berbeda yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Jombang.

Foto pertama, menggambarkan bangunan kelenteng Bo Hway Bio Mojoagung dengan bangunan utamanya masih terbuat dari papan kayu. Terlihat dari foto koleksi Toni Harsono, bangunan kelenteng ini, masih terlihat lebih tertutup. Beberapa orang terlihat tengah beraktivitas di depannya.

Sementara foto kedua, diambil dari buku berjudul Riwayat Klenteng, Vihara, Lithang, TITD se-Jawa tahun 1984. Dalam foto itu, digambarkan perwajahan kelenteng Bo Hway Bio sudah berubah.

Bagian depan kelenteng tak lagi menggunakan papan kayu, namun sudah berubah menjadi bangunan permanen berupa tembok. Tampak dari depan, dua tiang besar berdiri kokoh di sisi kanan dan kiri bangunan. Dalam buku ini, digambarkan pula kondisi bagian depan pagar kelenteng. ”Jadi untuk foto yang pertama itu, itu foto kelenteng sekitar tahun 1950-an,” terang Wijaya Kurniawan, Ketua Pengurus TITD Bo Hway Bio Mojoagung.

Wijaya menerangkan, bentuk bangunan kelenteng dengan penutup papan kayu itu adalah bentuk kedua dari kelenteng itu. Saat awal dibangun, kelenteng itu masih menggunakan anyaman bambu untuk penutup bangunannya.

Sedangkan untuk foto kedua, Ia menyebut diperkirakan itu adalah kondisi kelenteng pada tahun 1960-1970-an. Ia menjelaskan hal itu bisa dilihat dari wujud kelenteng yang sudah menggunakan tembok permanen. ”Meskipun kalau dilihat bagian depannya masih sangat pendek, sekitar tiga meter saja terasnya,” lanjutnya.

Hingga tahun 2000-an, kelenteng itu disebutnya kembali dipugar dan dipercantik seperti yang tampak kini. Kelenteng Bo Hway Bio, tampil dengan bangunan yang lebih luas. Teras yang sebelumnya hanya tiga meter, kini sudah bertambah menjadi delapan meter. ”Di teras itu sekarang juga ada altar sembahyang kepada langit, yang dulu belum ada,” ungkap pria dengan nama lahir Sim Yen Fuk ini.

Gapura yang tampak dalam foto kedua dalam buku juga telah berubah menjadi lebih tinggi dan besar. ”Yang jelas bangunan induknya tetap, yang berubah hanya bangunan depan sama tembok, tahun 2000 itu juga ada perubahan di bagian belakang, ada penambahan altar sembahyang,” pungkasnya.
Photo
Photo
Editor : Rojiful Mamduh
#dari Masa ke Masa #doelkin #Kelenteng Bo Hway Bio Mojoagung